Home > rubrik > besokbaper > Meninggalkan dan Ditinggalkan Adalah Sebuah Keputusan. Kamu Hanya Boleh Menangis Sesaat
Meninggalkan dan ditinggalkan via pexels

Meninggalkan dan Ditinggalkan Adalah Sebuah Keputusan. Kamu Hanya Boleh Menangis Sesaat

besoksenin.co – Mengingat kenangan yang telah terjadi di hidup kita bukanlah sebuah hal mudah. Ada bahagia tentunya, pun dengan rasa sakit yang pernah dialami.

Masih ku ingat jelas pertanyaan yang menjadi percakapan awal kita pada malam itu. Aku dengan antusias seperti biasa, mendengarkan apa yang akan kamu ucapkan.

Meninggalkan dan ditinggalkan via pexels

“Kata orang di sebuah hubungan itu pasti ada rasa bosannya. Kamu setuju engga?”Katamu

“Bisa iya, bisa engga. Tergantung orangnya lah!”Jawabku seperti biasa lagi, penuh keraguan.

Kemudian kamu mulai menyebut-nyebut tentang hubungan kita. Kamu bilang aku sangat baik, terlalu baik untukmu. Aku seorang penyabar yang tentu harus mendapat orang yang lebih dari kamu. Aku bagai putri cantik yang harus berhubungan dengan budaknya, dan banyak lagi perumpaan yang kau sebutkan malam itu.

Baca juga: Kita adalah Dua Orang Berbeda yang Memiliki Komitmen untuk Hidup Bersama

Menyesakkan via pexels

Isi kepalaku dengan indera yang lain mulai tidak sinkron. Padahal maksud hatiku sudah ingin berteriak untuk mengatakan cukup, tapi aku hanya bisa membisu, menundukan kepala, dan mencoba sekuat tenaga agar air mataku dapat terbendung. Tapi nyatanya. Nihil.

Setelah malam itu, aku mulai membenahi diriku lagi. Mencoba menghilangkan suara-suara sumbang yang datang atas nama orang lain yang berkomentar. Karena pada akhirnya itulah keputusan yang perlu aku dan kamu buat saat itu.

Rasa hatiku via pexels

Meninggalkan dan ditinggalkan adalah sebuah keputusan. Keduanya terihat berbeda, namun rasanya sama. Sama-sama membutuhkan ketangguhan hati untuk memutuskan. Tak apa pada saat itu terjadi kamu menangis, tapi cukup sesaat saja dan sedikit saja. Tidak perlu lebih, tak perlu lebay.

Karena bukan cuma tangisan panjang yang akan menemani hari-harimu selanjutnya, tapi kamu perlu menyambut bahagia dan tawa kemudian.

Bisa jadi, kamu hanyalah kesalahan yang penuh kenangan manis untukku. Pada saat itu.

 

Facebook Comments

About Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Check Also

Tentang Perpisahan, Jika Kamu Bukan Jodoh yang Ditakdirkan Tuhan

besoksenin.co – Aku tidak asing dengan perpisahan. Setidaknya, setiap lulus sekolah, beberapa kali aku merayakan …