Home > berita > Menuju Festival Musik Keramik, Menjaga Budaya dengan Cara yang Asik

Menuju Festival Musik Keramik, Menjaga Budaya dengan Cara yang Asik

besoksenin.co – Akhir-akhir ini, ada kegiatan rutin yang dilakukan komunitas posko suara tanah dari pagi hingga malam hari. Coba tebak, apa? Main PUBG? Mobile legend? Stalking mantan? Mengharapkan cerita yang sudah berlalu bisa terulang kembali? Bukan, dong. Jawabannya adalah membuat karya musik. Jadi, komunitas yang berdiri tahun 2017 di Desa Sukaraja Kulon ini setiap harinya dari pagi hingga malam hari melakukan roadshow ke 33-35 titik untuk mengajari warga bagaimana cara bermain alat musik dari genteng.

“Sampai tanggal 7 November nanti, setiap harinya kami keliling ke 33-35 titik untuk melatih warga bermain alat musik dari genteng”Ucap Ahmad Thian Vultan yang merupakan pendiri komunitas posko suara tanah.

menuju festival keramik 2018
menuju festival keramik 2018

Dia menambahkan alat musik dari genteng yang dimaksud adalah suling dan tanah dan terannika (genteng bernada sprti umumnya gamelan). Ada sekitar 1500 suling yang mereka produksi dalam satu bulan. Menariknya, mereka melibatkan warga dalam pembuatannya. Mereka tidak ragu datang ke tongkrongan anak muda, desa, ataupun sekolah untuk mengajak mereka membuat suling.

roadshow pemnbuatan suling
roadshow pemnbuatan suling

Pembuatan suling tanah dan roadshow ini akan mencapai puncaknya pada 11 November 2018, bertepatan dengan Festival Musik Keramik. Rencananya, 1500 suling tanah akan dibunyikan pada pembukaan festival tersebut, mengikuti nada rampak genteng yang beranggotakan 11 ribu  orang dari seluruh Majalengka. Jumlah yang fantastis!

baca juga : 5 Hal yang Harus Diperhatikan Agar Wisata Majalengka Dilirik Wisatawan

Menurut Ami – Ahmad Thian Vultan- yang juga bagain dari Hanyaterra selaku penggagas Festival musik keramik, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan interprestasi menjaga budaya leluhur dengan cara asik. Genteng yang sudah melekat dengan Jatiwangi dan ada sejak 1905 ini menurutnya perlu dijaga. Seiring perkembangan zaman, cara menjaganya juga perlu diubah agar lebih menarik dan mampu merangkul banyak pihak.

Menurut Ami – Ahmad Thian Vultan- yang juga bagain dari Hanyaterra selaku penggagas Festival musik keramik, mengungkapkan bahwa acara ini merupakan interprestasi menjaga budaya leluhur dengan cara asik.

“Dengan cara memperbaharui kegembiraan, mempertemukan pemilik pabrik genteng satu dengan lainnya ataupun masyarakat dan pegawai pabrik, serta sebagai sekolah terbuka bagi pemuda/i lewat pengalaman perjalanannya.”unkap Ami kepada tim besoksenin.co.

Cara ini terbukti ampuh merangkul banyak pihak untuk mencintai genteng. Salah satunya adalah Sinta Prasiska, cewek asal Majalengka yang awalnya diajak temannya untuk ikut posko suara tanah. Lama kelamaan dia mulai tertarik untuk membuat suling dari tanah, hingga akhirnya menjadi salah satu pentolan posko tanah suara yang aktif melakukan workshop ke berbagai daerah untuk pembuatan suling tanah.

“Saya setuju dengan A Ami bahwa Festival Musik Keramik ini sebagai sekolah terbuka. Dalam perjalanannya menuju festival musik keramik, saya mendapat banyak pelajaran. Mulai dari wawasan membuat suling tanah, menumbuhkan mentalitas, dan juga membuat saya sadar bahwa Majalengka kaya akan budaya. Apalagi budaya bunyi genteng, hanya ada di kita, Jatiwangi Majalengka.” Ungkap Sinta.

 

 

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

Meragukan Bandara Internasional Kertajati?

besoksenin.co – Sudah lebih dari enam Bulan Bandara Internasional Kertajati beroperasi. Pemandangan warga lokal yang …