Home > opini > Meragukan Bandara Internasional Kertajati?

Meragukan Bandara Internasional Kertajati?

besoksenin.co – Sudah lebih dari enam Bulan Bandara Internasional Kertajati beroperasi. Pemandangan warga lokal yang di awal beroperasi begitu ramai sudah mulai berkurang. Keramaian bandara hanya ketika Citilink dari Surabaya akan mendarat dan berangkat saja, itupun ramai oleh pengantar dan penjemput.

Bandara Kertajati Malam Hari
Bandara Kertajati Malam Hari via situmeankman

Sampai tulisan ini dibuat, penerbangan berjadwal di Bandara yang digadang-gadang mampu mengurangi beban Bandara Internasional Soekarno-Hatta ini belum beranjak dari angka satu, hanya Citilink dengan rute Surabaya – Kertajati dan sebaliknya. Target pemerintah untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai pemberangkatan haji tahun ini urung dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan. Selain itu, isu tentang maskapai Lion yang berencana membuka rute ke Surabaya dan Denpasar lewat begitu saja seperti angin lalu.

baca juga : Lion Air Batal Terbang dari Bandara Internasional Kertajati Agustus 2018

Diam-diam, ada beberapa pihak yang mulai ragu dengan Bandara Internasional Kertajati. Apakah bandara ini hanya fasilitas dan bangunannya yang megah tapi sepi penerbangan? Bagaimana dengan target awal yang menyebutkan bahwa dengan dibukanya bandara ini mampu mendongkrak ekonomi masyarakat lokal dan bisa mengurangi jumpah traffic di Bandara Soekarno-Hatta?

Mengutip merdeka.com terlontar pernyataan salah satu anggota komisi V DPR, Nur Hasan Zaid yang menyayangkan peresmian Bandara Kertajati seolah terburu-buru.

“Peresmian (Kertajati) terkesan secara tergesa-gesa, kapan operasionalnya? Katanya Surabaya tapi jalurnya belum jelas. Perlu penjelasan,” ungkap Nur Hasan saat rapat kerja bersama dengan Kementerian Perhubungan, di ruang Komisi V DPR RI, Jakarta, Senin (3/9).

Menurut saya, melihat kondisi Bandara Kertajati yang masih sepi penerbangan, wajar ada pendapat yang meragukan Bandara ini. Namun, bukan berarti saya tidak percaya bahwa suatu hari nanti Bandara ini mampu menjadi salah satu Bandara terbaik dan teramai di Indonesia.

alex ferguson via @football_aholic
alex ferguson via @football_aholic

Saya coba analogikan keadaan Bandara Internasional Kertajati ini seperti Alex Ferguson ketika pertama kali melatih Manchester United. Dua musim pertama melatih, Alex Ferguson belum bisa memberikan gelar. Permainan MU pun belum disebut stabil, masih angin-anginan. Namun, hal yang diberikan manajemen dan suporter kepada Alex Ferguson adalah kepercayaan dan keleluasaan untuk terus berjuang membangun skuad terbaik. Hasilnya, saat ini kita semua mengenal Alex Ferguson dengan segudang prestasi yang sulit untuk ditandingi pelatih manapun.

Sama halnya dengan Bandara Kertajati. Yang harus kita lakukan adalah memberinya waktu untuk terus berkembang. Sejauh ini, hal yang dianggap menjadi penunjang bandara terus dibenahi. Jalan menuju ke Bandara yang diperlebar dan akses tol Cisumdawu yang diproyeksikan selesai tahun 2019 adalah salah duanya.

Selain itu, dari sisi udara terkait perpanjangan runway dari 2500 meter menjadi 3000 meter sedang berjalan. Dalam sebuah rapat koordinasi antara Angkasapura, Airnav Indonesia, dan PT Adhi Karya pada tanggal 29 Oktober 2018, PT Adhi Karya selaku pihak yang mengeksekusi proyek tersebut memperkirakan perpanjangan runway akan selesai paling lambat bulan Januari 2019.

Angin segar lainnya yang patut ditunggu adalah pernyataan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil yang menyatakan bahwa sebagian penerbangan dari Hussein Sastranegara akan dipindah ke Kertajati. Sebagaimana disadur dari tempo.co

“Sedang dibahas pembagiannya seperti apa,” kata dia di Bandung, Selasa, 2 Oktober 2018.

Pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini tidak merinci pembagian layanan penerbangan antara dua bandara tersebut. “Bandara besar ya kuenya besar, bandara kecil kuenya kecil logikanya. Asas keadilan,” kata dia.

Bandara Internasional Kertajati via joehari_703
Bandara Internasional Kertajati via joehari_703

Bila saya coba artikan, Bandara besar ini mengarah ke Bandara Internasional Kertajati dan Bandara kecil ini Hussein Sastranegara (lebih kecil dari Bandara Interasional Kertajati). Sedangkan permisalan kue mengarah ke jumlah penerbangan. Jika memang benar, maka ini ibarat kejatuhan durian runtuh. Kebijakan ini akan secara otomatis mendongkrak traffic di Bandara Internasional Kertajati.

Pointnya adalah jangan terburu-buru, biarlah kita memberi waktu ke Bandara Intternasional Kertajati ini. Karena semuanya memang butuh waktu, mengutip dari salah satu favorit saya “Aku bisa membuatmu, jatuh cinta ke padaku meski kau tak cinta… kepadaku. Beri sedikit waktu, agar cinta datang karena telah terbiasa…”. Stop, kok malah baper.

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

Menuju Festival Musik Keramik, Menjaga Budaya dengan Cara yang Asik

besoksenin.co – Akhir-akhir ini, ada kegiatan rutin yang dilakukan komunitas posko suara tanah dari pagi …