Home > rubrik > besokbaper > Mungkin ini 7 Alasan, Kenapa Jodohmu Tak Jua Dipertemukan Tuhan. Nomor 3 yang Paling Mungkin Dialami Mahasiswa Semester Akhir Sih

Mungkin ini 7 Alasan, Kenapa Jodohmu Tak Jua Dipertemukan Tuhan. Nomor 3 yang Paling Mungkin Dialami Mahasiswa Semester Akhir Sih

besoksenin.co – Buat kamu yang lagi gelisah, galau, dan merana menanti si dia yang tak kunjung datang ke rumah meminta sumbangan agustusan. Mungkin 7 poin di bawah ini adalah alasannya.

1. Kamu diberi kesempatan untuk lebih banyak berbakti kepada orang tuamu

Jangan pernah kau lepaskan genggamannya, meski saat kau tlah dewasa via pexels

Kalau kamu masih jomblo atau bahasa sopannya single, itu artinya kamu punya banyak kesempatan waktu, tenaga, dan uang untuk membaktikan dirimu kepada kedua orang tuamu. Ini saatnya kamu fokuskan dirimu untuk membahagiakan mereka. Bukan berarti setelah menikah kamu jadi gak punya kesempatan berbakti yaa, hanya saja kalau sudah menikah konsentrasimu akan lebih bercabang. Jadi manfaatkan masa-masa kejombloanmu!

2. Kamu tidak benar-benar memintanya kepada yang memilikinya

Dekati pemiliknya dengan penuh kekhusyukan dan keikhlasan via pexels

Kalau kamu pengen dibeliin laptop baru sama Mamah, kamu pasti akan merajuk dengan segala upaya. Begitu pun dengan jodoh. Coba, kamu dihidupkan oleh siapa? Jodohmu dihidupkan oleh siapa? Jadi siapa yang Maha Memiliki kamu dan jodohmu? Jawabannya adalah Allah. So, jika kamu benar-benar menginginkan jodoh, maka mintalah kepada Allah. Dekati Dia disepertiga malam, berdoa kepada-Nya dengan penuh kekhusyukan, karena Dialah yang Maha Tahu apa yang tidak kamu ketahui.

3. Kamu sebenernya baru merasa “ingin menikah” tapi belum “siap menikah”

Tanya hatimu, apakah kamu sudah benar-benar siap menikah atau hanya sekedar ingin via pexels

Pusing ngerjain skripsi bilangnya pengen nikah aja, pusing nyari kerja bilangnya pengen nikah aja. Memangnya menikah bisa menjadi solusi dari semua permasalahan? Sob, kamu harus bisa ngebedain yaa antara “ingin menikah” dan “siap menikah”. Kalau hanya sekedar “ingin”, bisa jadi sebenarnya kamu belum siap, karena orang yang sudah “siap” pasti sudah memikirkan konsekuensi positif dan negatif setelah menikah, yaitu dengan mempersiapkan mental dan ilmu tentang berkeluarga.

Jadi seorang insinyur aja perlu sekolah, masa mau menjadi seorang suami atau ayah (istri atau ibu) yang masa jabatannya seumur hidup gak sekolah (mencari ilmu) dulu?

4. Kamu tidak menunjukkan kepada Allah bahwa kamu sudah benar-benar siap menikah

Tunjukkan bahwa kamu memang benar-benar sudah siap via pexels

Kalau memang kamu sudah siap menikah, cobalah ditunjukkan dengan rasa tanggungjawabmu yang tinggi terhadap amanah yang sedang kamu jalani saat ini. Misal, amanah skripsi. Skripsi itu masalah yang teramat sangat kecil jika dibandingkan dengan masalah yang akan kamu hadapi saat berumah tangga nanti. Jika sama skripsi aja kamu banyak mengeluh bahkan sudah menyerah, maka bagaimana mungkin Allah akan mempercayakan amanah pernikahan sama kamu, sob?

Kalau memang kamu sudah siap menikah, cobalah ditunjukkan dengan rasa tanggungjawabmu yang tinggi terhadap amanah yang sedang kamu jalani saat ini.

5. Kamu belum pantas mendapatkannya

Pantaskan dirimu jika kamu menginginkan orang yang pantas via pexels

Misal, saat ini nilaimu masih 50, sedangkan nilai jodohmu sudah 80. Untuk bisa setara dengan nilai yang dimiliki jodohmu, maka kamu harus berusaha melakukan remidial (perbaikan nilai) agar nilaimu bisa menjadi 80 juga. Kalau Allah akan menjodohkanmu dengan seorang yang soleh, maka setidaknya kamu harus bisa menjadi istri yang solehah.

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah untuk wanita-wanita yang keji (pula); dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)…”

QS. An-Nur: 26

6. Kamu jomblo yang terlalu banyak pilih-pilih

Cobalah realistis dari sikap yang (mungkin) terlalu idealis via pexels

Kadang ekspektasi kita yang terlalu tinggi terhadap jodoh, akan membuat kita tersiksa sendiri. Ingin jodoh yang seperti aktor di drama Korea, yang tubuhnya tinggi atletis, kulitnya putih, sudah pasti tampan, berasal dari keluarga yang kaya raya, setia, gak play boy, baik hati, komo bari jeung soleh mah. Aduuuuuuh tinggi sekali standarmu, wahai jomblo! Coba kita bercermin dulu deh, emangnya orang yang kaya dia mau sama kita?

“Wanita dinikahi karena empat perkara; karena hartanya, keturunannya, kecantikannya, dan agamanya; maka pilihlah wanita yang taat beragama, niscaya engkau beruntung.”

Al-Bukhari (no. 5090), Muslim (no. 1466)

7. Belum move-on dengan seseorang yang awalnya diharapkan menjadi jodohmu

Jangan sampai hatimu sendiri yang membuatmu tidak bisa mendapatkan kebahagiaan yang sebenarnya via pexels

Allah datangkan yang soleh gak mau, Allah datangkan yang kaya raya gak mau, Allah datangkan yang tampan juga gak mau. Maunya apa sih? Maunya sama dia. Harrrrreeeeeeh gubrak! Angkat tangan deh sama orang yang tipenya kaya begini. Yakinlah, Allah Maha Tahu apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Jangan tutup mata dan hati kamu untuk mulai melihat seseorang baru yang mungkin lebih baik dari si dia.

Semoga kita mendapatkan pencerahan dan hidayah dari Allah Subhanahu wa Taala yaa. Mari kita sama-sama mengintrospeksi diri menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Semoga Allah segera mendatangkan jodohmu setelah kamu membaca artikel ini. Aamiin…

Facebook Comments

About Riksa Buanadewi

Check Also

Untukmu yang Memilih Menikah Duluan

besoksenin.co – Ini tentang saya yang menempelkan fotomu di cermin, sehingga setiap pagi sebelum beraktivitas, …

Tinggalkan Balasan