Home > berita > Ngobrol  Segitiga Rebana Bareng Kepala Bappelitbangda Majalengka
Pak Kepala Badan

Ngobrol  Segitiga Rebana Bareng Kepala Bappelitbangda Majalengka

besoksenin.co – Sebelum pergi, saya menyeduh kopi dulu. Kopi yang diaduk menggunakan bungkusnya ini saya harap mampu membuat mata terjaga saat bertemu dan ngobrol dengan Kepala Bappelitbangda (Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah) Kabupaten Majalengka. Ini nama badan atau chattingan orang pas PDKT, panjang bener.

Selain minum kopi, saya juga baca-baca terlebih dahulu tentang segitiga rebana yang hendak dibicarakan. Maklum, kata-kata segitiga rebana masih terdengar aneh di kuping, saya lebih akrab dengan cinta segitiga. Berita dari pikiran rakyat, saya sikat. Artikel detik saya lahap. Tulisan tempo pun tak lepas dari sarapan saya pagi itu.

Setelah merasa cukup dengan sarapan berita, saya pergi ke Kantor Bapelitbangda. Tanpa membawa pulpen dan buku, cukup handphone yang disimpan dalam saku.

Pukul Sembilan pagi saya menginformasikan kedatangan dan tujuan datang ke Kantor Bappelitbangda untuk bertemu Pak Kepala Badan kepada lelaki yang berada di pintu masuk. Kemudian saya diarahkan langsung ke ruangan. Pintu diketuk, lelaki yang mengantar saya masuk ke ruangan yang tidak terlalu besar namun terkesan rapih dan apik.

Pak Kepala Badan, Yayan Sumantri sedang fokus melihat berkas di mejanya. Gayanya terlihat modis dengan seragam berwarna coklat, 1rambut klimis yang disisir rapih ke arah kiri.

“Pak Ada tamu” Ujar lelaki yang mengantar saya.

“Oh dari besoksenin, yaa. Silakan masuk.” Ucap Yayan, merapikan berkas di mejanya.

Saya mengangguk lalu masuk. Merasakan nikmatnya ruangan Kepala Badan yang dingin. Untung tadi sempat minum kopi, kalau enggak dalam itungan menit mata saya bisa KO oleh angin air conditioner.

Pak Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kab Majalengka
Pak Kepala Badan Perencanaan, Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah Kab Majalengka

Kami duduk berhadapan. Pak Yayan di Kursi depan lemari yang ada piala besarnya, saya duduk persis di depannya.

Setelah cukup berbasa-basi, Pak Yayan mulai masuk ke inti pembicaraan. “Sebelumnya sudah pernah tahu, dengar, atau baca tentang Segitiga emas rebana?” Ujarnya. Mungkin dia coba mengukur pengetahuan saya tentang segitiga rebana. Agar tahu, mulai berceritanya darimana.

Untung lagi. Pagi tadi setelah menyeruput kopi yang diaduk menggunakan bungkusnya, saya membaca-baca tentang segitiga rebana. Meski agak terburu-buru karena terlalu berapi-api saya sampaikan bahwa segitiga rebana adalah rencana gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk menjadikan kawasan Cirebon, Patimban, dan Kertajati sebagai kawasan yang paling maju dan pusat ekonomi di Jawa Barat. Pusat Industri akan bergeser. Yang tadinya di sekitaran sungai Citarum, menjadi di daerah Timur Jawa Barat.

Dia menyimak, mengangguk, dan memperjelas apa itu segitiga emas rebana.

“Segitiga rebana adalah buah pemikiran Pak Gubernur, Ridwan Kamil melihat potensi di Wilayah Timur Jawa Barat. Industri-industri yang sekarang ada di jalur aliran sungai citarum, rencananya akan dihimbau untuk pindah ke Timur Jawa Barat sekaligus pemerataan pembangunan. Wilayah yang dianggap strategis adalah Subang, Majalengka, dan Cirebon. Subang ada pelabuhan Internasional Patimban yang menjadi proyek nasional. Majalengka ada Bandara Internasional Kertajati dan Aerocity yang menjadi proyek pemerintah provinsi. Dan Cirebon yang akan didorong untuk menjadi kota Metropolitan. Tiga lokasi tersebut pertunbuhannya akan luar biasa dan menjadi pusat bisnis yang prospektif. Rebana sendiri adalah singkatan dari Cirebon, Panimban, dan Kertajati.” Ujarnya.

Kertajati menjadi Bagian dari Rebana via @infobijb
Kertajati menjadi Bagian dari Rebana via @infobijb

Dengan semangat dia menggambarkan peluang apa saja yang bisa dimanfaatkan oleh warga Majalengka. Selain menjadi pegawai di pabrik industri, kita juga bisa memanfaatkan ramainya Majalengka nanti dengan membuka usaha. Baik itu di bidang travel, catering, properti, atau ide kreatif lainnya.

Senyum saya terkembang. Memikirkan Akan banyak peluang di Majalengka. Apalagi mayoritas orangtua di Majalengka tidak ingin anaknya pergi merantau, besar harapannya agar bisa bekerja dekat dengan rumah. Selain itu, perantau yang sudah bertahun-tahun merindukan kembali pulang ke kota tercinta memiliki kesempatan untuk pulang tanpa takut karirnya akan terhenti.

Namun, saya tidak larut begitu saja. Pembangunan ibarat dua sisi koin. Akan ada dampak lain yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Kota yang dulu disebut kota pensiunan karena saking sepinya ini akan bertranformasi menjadi kota ramai dan padat. Alih fungsi lahan juga tidak mungkin dihindari. Tempat yang dulunya sawah dan lahan pertanian, bisa berubah menjadi kawasan industri.

Ada kemungkinan Warga yang dulunya bekerja sebagai petani, harus beralih profesi menjadi yang lain.

baca juga : Tantangan Majalengka di Masa Depan

Ketika diminta pendapat tentang hal tersebut, bagian Pak Yayan yang tersenyum. Tapi agak kecut.

“Peralihan fungsi lahan memang tidak bisa dihindari. Bisa saja seorang petani yang kehilangan lahannya tetap menjadi petani. Dengan catatan hasil uang penggantian lahan yang harganya sampai 3x lipat dari harga standar dia gunakan untuk membeli sawah di tempat lain. Namun konsekuensinya harus pindah.” Sejenak dia berhenti untuk mengatur nada bicara. Nampaknya dia terbawa emosi karena permasalahan seperti ini kerap terjadi.

“Kalau tidak mau pindah, instinglah yang harus berbicara. Carilah profesi lain yang sekiranya bisa dia geluti. Bisa membuat kos-kosan, membuat warung makan, atau bisnis yang lain. Karena dalam pembangunan selalu ada konsekuensi yang dihadapi. Tidak hanya oleh warga, pemerintah juga merasakan hal yang sama.”

Dengan lebih santai, dia melanjutkan bahwa inti dari pembangunan adalah membuat masyarakat sejahtera. Maka dari itu, besar harapan dia agar industri yang masuk nanti ke Majalengka atau Kertajati adalah industri yang ramah lingkungan. Jangan sampai malah timbul masalah baru, yakni pencemaran lingkungan.

Selain itu, pemerintah juga khususnya dia sangat terbuka dengan saran dan kritik dari sobat bsco.

“Jika ada saran atau kritik, tentu akan kami tampung. Apalagi sekarang kami sedang fokus melakukan kajian-kajian agar pembangunan ini sesuai dengan tujuan utama; menyejahterakan rakyat.”

Saya setuju dengan hal tersebut, mengutip tulisan dari Gelar S. Ramdhani di media kompas,

“Pembangunan memang kita perlukan, pertumbuhan ekonomi memang kita dambakan. Akan tetapi, kelestarian alam Jawa Barat jangan sampai dirusak oleh keserakahan pembangunan.”

Pembicaraan kami selesai ketika lelaki yang mengantar saya tadi masuk ke ruangan, memberi tahu bahwa Pak Yayan sudah ditunggu rapat di ruangan sebelah. Dia pamit meninggalkan ruangan, yang artinya saya juga harus ikut pergi.

Membawa pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya masih menghantui. Ah, besok-besok juga pasti saya akan betemu Pak Yayan lagi.

 

 

 

 

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

Program City Branding, Majalengka Gandeng New York

Majalengka Gandeng New York? via pixabay Program City Branding, Majalengka Gandeng New York besoksenin.co – …