Pahlawan Perdamaian Suporter Sepak Bola Indonesia itu Bernama Ricko Andrean Maulana

besoksenin.co – Rivalitas Persib dan Persija tidak kalah menarik dari el classico di Spanyol ataupun derby della madonnina di Italia. Persaingan keduanya selalu menjadi sorotan yang menarik dari segala sisi, baik itu prestasi hingga pendukung sejati.

Rivalitas yang terkadang melampaui batas via bandungaktual

Namun, persaingan yang seharusnya menjunjung tinggi sportivitas terkadang malah melebihi batas dan berujung nahas. Kejadian terbaru adalah meninggalnya Ricko Andrean Maulana yang dikeroyok oknum bobotoh karena disangka The Jakmania.

Almarhum Ricko Andrean Maulana lahir di Bandung 15 Juni 1995. Dalam dirinya mengalir darah minang. Orang tuanya Upik Putih dan Amir Hasan Tege berasal dari Pariaman, Padang. Mereka pindah dan menetap di Bandung sejak 1979.

Almarhum Ricko via kabarnews

Kecintaan Ricko terhadap sepak bola mulai terlihat ketika duduk di kelas 4 SD Cicadas 21. Saat bel istirahat berbunyi, dia sering menghabiskan waktu untuk bermain bola. Seperti dilansir dari tribunnews, beberapa kali dia ditegur Kepala sekolah karena sering memecahkan kaca kelas.

“Paling diinget itu dia (almarhum Ricko) sering maen bola sewaktu istirahat, sampai beberapa kali dipanggil sama kepala sekolah karena memecahkan kelas.” Ucap Affifah Ruwaidah, rekan satu kelas almarhum ketika SD.

“Paling diinget itu dia (almarhum Ricko) sering maen bola sewaktu istirahat, sampai beberapa kali dipanggil sama kepala sekolah karena memecahkan kelas.” Ucap Affifah Ruwaidah, rekan satu kelas almarhum ketika SD.

Sejak tahun 2012, Ricko tinggal bersama dua kakaknya di rumah pengingglan orangtuanya, setelah Sang Ayah Amir Hasan meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. Menyusul Ibu Upik Putih yang menghembuskan nafas terakhirnya tahun 2010.

Menurut kakak Ricko, Ratna Djuwita, almarhum merupakan bobotoh sejati yang loyalitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi. Seperti dilansir dari tempo.co, tidak jarang dia pergi ke luar kota hanya untuk menonton Persib.

“Setiap pertandingan Persib kalau di Bandung pasti datang. Keluar kota pun sering ikut. Bahkan dia pernah meninggalkan ujian sekolah demi Persib. Jadi salah kalau disangka supporter lawan.” Ujar Ratna.

Di lingkungan tempatnya tinggal, almarhum dikenal sebagai sosok periang dan aktif dalam organisasi kepemudaan karang taruna.

Tragedi yang menimpa Ricko membawa kesedihan dan rasa geram  yang mendalam bagi seluruh pecinta sepak bola tanah Air. Salah satunya adalah Kang Emil, sapaan akrab Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Hal ini terlihat dari caption postingan instagramnya ketika menjenguk Ricko.

Geramnya Kang Emil via @ridwankamil

Coba kamu-kamu, oknum bobotoh yang menyiksa Ricko, bobotoh Cicadas, yatim piatu pula, saat Persib lawan Persija, berani gak gentle datang minta maaf?. Dia saat ini kritis dengan luka2 disekujur tubuhnya di RS Santo Yusup. Jika hukum dunia tidak mendapatimu, semoga hukum Allah yang akan mengejarmu!

SEPAK BOLA itu tentang persatuan, tentang kejujuran, tentang fair play. Emosi negatif, provokasi anarki, bully, lempar botol, lempar flare, apapun alasan-alasannya TIDAKLAH DIBENARKAN.

FANATISME SEPAK BOLA Bukanlah ajang untuk pelampiasan emosi yg merusak, bukan ajang untuk permusuhan, bukan tempat untuk bunuh-bunuhan. Mari fokus pada prestasi bukan pada anarki. Mari dewasa kayak El Clasico Spanyol. aman. tertib . Bisa? *Sok lamun peduli geura #udunan

Masyarakat berharap bahwa tragedi yang menimpa Ricko bisa menjadi pembelajaran dan momen untuk memutus rantai rivalitas tidak sehat supporter di Indonesia. Khususnya antara pendukung Persija Jakarta dan Persib Bandung.

Masyarakat berharap bahwa tragedi yang menimpa Ricko bisa menjadi pembelajaran dan momen untuk memutus rantai rivalitas tidak sehat supporter di Indonesia.

Perdamaian di depan mata via twitter Persija

Di beberapa tempat, harapan masyarakat menjadi kenyataan. Terbukanya pintu perdamaian antara Viking dan The Jakmania terjadi di stadion Patriot Bekasi. Mereka berkumpul, membawa bendera klub kebanggaan mereka masing-masing dan menyanyikan sepenggal bait “Indonesia Pusaka” dengan kompak dalam aksi solidaritas bertajuk 1000 lilin untuk mengenang kematian almarhum Ricko (26/7). Pemandangan mengharukan juga terjadi ketika Viking dan The Jakmania berkumpul di Purwakarta, mereka melakukan long march mengelilingi Situ Buleud sekaligus menggelar penggalangan dana sebagai simbol perdamaian untuk diserahkan kepada keluarga almarhum Ricko (30/7).

Semoga aksi perdamaian seperti ini bisa menjalar ke seluruh penjuru negeri. Rivalitas yang terkadang melampaui batas harus diakhiri. Karena sepak bola diciptakan untuk dinikmati, bukan mempertaruhkan hidup dan mati.

Karena sepak bola diciptakan untuk dinikmati, bukan mempertaruhkan hidup dan mati.

Riza D. Januar

Ditulis oleh Riza D. Januar

Cowok yang pernah nolak cewek dengan alasan, "maaf aku terlalu ganteng buat kamu".

Lihat profil lengkap