Home > rubrik > Pentingnya Karang Sambung Bagi Pemerintah Kolonial

Pentingnya Karang Sambung Bagi Pemerintah Kolonial

besoksenin.co – Karang Sambung adalah sebuah Desa di Kecamatan Kadipaten Majalengka, yang dialiri oleh sungai terpanjang di Priangan Timur, yakni Cimanuk. Sungai tersebut memiliki nilai historis yang cukup penting sebagai perbatasan kultural dan lalu lintas komoditas. Menurut Tome Pires yang dikutip dalam buku Archeology: Indonesia Perspective oleh Soejono Festschrift menyebutkan bahwa pada abad ke-16, Pelabuhan Cimanuk menjadi peleabuhan kedua terpenting di Jawa bagian Barat setelah Sunda Kelapa. Di sepanjang jalur sungai Cimanuk, terdapat banyak perahu berlalu lalang membawa komoditas dari pedalaman ke muara sungai.

Karang Sambung menjadi salah satu wilayah yang dilalui De Grote Postweg atau Jalan Raya Pos yang diinisiasi oleh Herman Willem Daendels. Prioritas awal Jalan Raya Pos tesebut adalah dari wilayah Buitenzorg (Bogor) sampai Karang Samboeng melalui jalur Bogor-Cianjur- Bandung-Sumedang-Karang Sambung. Pos penyebrangan sungai Cimanuk di wilayah Karang Sambung ini sudah ada sejak zaman Mataram Islam untuk mengkonsolidasi pasukan di berbagai vasal seperti Kasultanan Cirebon dan Sumedang Larang saat penyerangannya ke Batavia pada tahun 1628 M.

Sejak abad ke-18, wilayah Preanger menjadi daerah penghasil komoditas kopi dengan sistem penanaman yang terkenal yakni Preanger Stelseel. Wilayah seperti Galoeh, Koeningan, dan Madjalengka bagian Selatan adalah wilayah yang termasuk cocok untuk penanaman kopi karena letaknya berada pada ketinggian 1000 mdpl (M. R Fernando, William O Malley, 1988: 239). Tidak mengherankan, apabila dua gudang besar untuk kopi berada di wilayah Tomo -yang saat itu bagian dari daerah Karang Sambung-  karena kemudahan jalur transportasi sungai dari wilayah Hinterland menuju entreport. Kopi tersebut setelah dikumpulkan di gudang Tomo lalu dikirim ke Indramayu melalui jalur sungai Cimanuk dan dilanjutkan ke Batavia untuk diekspor ke Eropa.

Maka, “ Mas Galak” mempertimbangkan jalur Jalan Raya Pos melalui penyebrangan Karang Samboeng karena aktivitas ekonomi yang sudah ada sebelumnya, khususnya untuk komoditas kopi yang bernilai ekonomi tinggi di pasaran Eropa.  Hal ini juga sejalan dengan Besluit Commissurissen General, over Nederlandsch Indie Juli 1818 no 27 menunjukan bahwa Tjikao yang dilalui sungai Citarum dan Karang Samboeng yang dilalui sungai Cimanuk menjadi tempat gudang kopi yang telah ada sejak zaman VOC. Jalur yang sulit dilalui oleh kendaraan darat dan banyaknya begal diperjalanan juga memperparah kondisi di wilayah tersebut. Perjalanan darat sebelum adanya jalan Raya Pos bisa menempuh berminggu-minggu (Jan Breman, 2010:156) Selain itu, pengawas gudang juga tidak memiliki keahlian yang mumpuni sehingga gudang kopi dibuat menumpuk diakibatkan jadwal lalulintas yang berantakan. Maka dari itu, Jalan Raya Pos ditentukan melalui jalur tengah menuju Karang Sambung.

(Peta Tomo dari Koleksi De Haan yang disimpan ANRI. Tampak dalam legenda peta secara berurutan adalah Gudang Garam, Gudang Kopi, Gudang Kopi, Kantor Petugas, Kantor Keuangan, Kantor Tuan Gudang, dan Benteng Militer. Diperkirakan perta tersebut dibuat sekitar vtahun 1820-an )

Alasan lain “ Mas Galak” membangun Jalan Raya Pos melalui Karang Samboeng adalah karena kemanan politik dan ekonomi dari pusat perlawanan yang dipimpin oleh Bagoes Rangin di Indramayu dan Karawang (Endah Sri Hartatik, 2018: 53).  Perlawanan yang berlangsung sejak 1802 hingga 1818 tersebut telah membuat wilayah perekonomian Pemerintah Kolonial kacau balau. Beberapa komoditas penting kolonial dihancurkan bahkan jutaan pohon kopi juga ditebang dan dihancurkan ( Eva Nur Arovah dkk, 2018: 171 ). Hal ini juga menyebabkan jalur sungai Cimanuk menuju Indramayu untuk membawa komoditas penting menjadi tidak aman dan rawan penyerangan. Sehingga ketika perlawanan masyarakat berlangsung, jalur komoditas bukan lagi melalui jalur sungai Cimanuk menuju muara di Indramayu, tetapi melalui jalur darat Jalan Raya Pos untuk diangkut ke Pelabuhan Cirebon

Pembangunan Jalan Raya Pos selain karena untuk kepentingan sarana ekonomi, juga untuk mobilisasi militer dengan alasan pertahanan dan keamanan. Oleh karena itu, dibangunlah Benteng Tomo sebagai bentuk keamanan dari perlawanan masyarakat setempat untuk melindungi gudang-gudang komoditas. Benteng ini dibangun ketika Perang Jawa berkecamuk tahun 1825-1830 (Tijdschrift Voor Nederlandsch Indie 1859 ). Pada awal pembangunan Benteng tersebut, ditempatkan 24 prajurit dan 4 armada kuda di bawah komando J.J Verstege. Beberapa kali benteng tersebut menjadi sasaran perlawanan masyarakat setempat karena pengaruh dari Perang Jawa. Bahkan masyarakat setempat sempat menawan prajurit Belanda yang berada di Fort Tomo ( Benteng Tomo ) sebagai jaminan untuk membebaskan Kyai Modjo yang ditangkap oleh Belanda tahun 1828. Akan tetapi dua tahun selanjutnya, perlawanan tersebut dapat diakhiri oleh Pemerintah Kolonial.

Hingga akhir abad ke-19, Karang Sambung masih menjadi daerah perekonomian penting di Karesidenan Cirebon bagian Barat. Akan tetapi, setelah dibangunnya jembatan Cimanuk dan Cilutung di Tomo pada tahun 1910 dan hadirnya jalur darat kereta api menjadikan Karang Sambung bukan lagi sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi. Walaupun begitu, Karang Sambung masih memiliki arti penting dalam sejarah masyakat. Asimilasi kebudayaan, sumber penghidupan, perlawanan, dan peristiwa sejarah lainnya yang menjadi memori kolektif masyarakat setempat hingga saat ini. Jejak-jejak sejarah seperti masjid Jami Darusallam,  makam Belanda, sumur tua militer Tomo, dan nama daerah seperti Palabuan sendiri masih menjadi sebuah bukti bahwa pentingnya Karang Sambung dalam sejarah masyarakat setempat.

( Tampak sebuah gudang di Tomo – yang saat itu bagian dari wilayah Karang Sambung – pada tahun 1870-an yang didalamnya penuh dengan tumpukan karung. Isi karung tersebut dipastikan berisi biji kopi. Creator: Woodbury & Page dalam  Sumber: KITLV )

(Yulian Firmansyah)

Facebook Comments

About Besoksenin

Majalengka Youth Media. Follow juga @bscomerch dan @besokbaper

Check Also

Food Vlogger @kulinerkotajakarta Ternyata Orang Majalengka

besoksenin.co – @kulinerkotajakarta merupakan akun instagram milik seorang food vlogger bernama Ade Maolana Sukron. Siapa …