Perjuangan Mahasiswa di Tanah Perantauan Ketika Bulan Ramadan, Mengeluh Bukanlah Pilihan!

besoksenin.co – Bulan Ramadan adalah momentum yang sangat berharga untuk berkumpul dan bercengkrama bersama orang tercinta. Momen menanti dan menikmati indahnya berbuka puasa memang tidak ada dua. Berbahagialah kamu yang bisa menikmati itu semua, karena, bagi mahasiswa rantau dan tidak punya pasangan, momen seperti itu hanyalah mitos belaka.

Kuliah via pexels

Segala-gala sendiri

Bukan hanya menikmati sajian buka atau sahur saja, banyak aktivitas masa kecil ketika bulan puasa yang hari ini tidak bisa dilakukan lagi, seperti kegiatan usil mengganggu tetangga menggunakan bedil lodong (meriam bambu), jebred-jebredan menggunakan sarung dengan teman setelah salat tarawih, atau berteriak “AAMIIN” sebelum imam selesai membaca surat al-fatihah.

Tidak lagi ada kegiatan usil masa kecil yang bisa dilakukan di tanah rantau.

Dinamika perkuliahan di tanah rantau sangat tidak mengenal kompromi, kita dituntut untuk hidup mandiri dan melakukan apa-apa dengan kemampuan sendiri. Bangun untuk sahur mau tidak mau harus sendiri dan berbuka pun dinikmati tanpa ada yang menemani, sulit memang.

Mengeluh, bukanlah solusi

Namun mengeluh bukanlah sebuah solusi. Maka, berbahagia pula lah kamu bila berbuka puasa dengan pasangan, tidak sepertiku yang berbuka puasa hanya di temani oleh instastory mantan *sekiiiip*.

lelah
Lelah via pixabay

“Jangan pernah mengeluh dalam mengarungi perjuangan, agar kamu bisa memetik makna dari kehidupan”

Disamping itu, beragam tugas tiap hari selalu menanti untuk dikerjakan. Materi untuk presentasi pun selalu mampu memaksaku untuk mempelajarinya, belum lagi dengan project tugas akhir yang kerap kali menjajah waktu tidurku.

Namun berkutat dengan kesibukan di dunia perkuliahan setidaknya bisa menjadi obat penawar dalam mengurangi kerinduan akan tanah kelahiran. Walau bagaimanapun juga, semua kepingan perjalanan ini harus dilewati, pedih perih pun harus jalani, dan setiap langkahnya harus disyukuri, karena ini adalah mozaik kehidupan yang harus kita lalui.
Tapi sobat bsco…

“Bukankah pelaut yang handal tidak akan lahir dari lautan yang tenang?”

Editor: Riza D. Januar

Facebook Comments

Post Author: Hilmi Aziz

Laki-laki yang mengubah kopi menjadi cerita.

1 thought on “Perjuangan Mahasiswa di Tanah Perantauan Ketika Bulan Ramadan, Mengeluh Bukanlah Pilihan!

    EllEnrody

    (2 Juni 2018 - 01:22)

    Amoxil And Aspirin Buy Printable Propecia Coupons cialis Cialis Buen Precio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.