Home > berita > Begini Pesan KPU Majalengka kepada Generasi Muda tentang Pilkada

Begini Pesan KPU Majalengka kepada Generasi Muda tentang Pilkada

besoksenin.co – Menurut pantauan Kami, generasi muda Majalengka bisa dinilai sedikit apatis dengan pemilihan kepala daerah, apalagi menggunakan sudut pandang tertentu.

“Saya mungkin datang dan mencoblos, tapi siapa pun yang menang, saya tidak peduli,” ujar Anisa (23) (nama samaran)

“Saya belum tahu mau datang (mencoblos) atau tidak, tetapi kalau nanti datang pun, saya juga benar-benar tidak tahu mana paslon yang mesti saya pilih,” kata Rendi (19), pada besoksenin.co.

Baik Anisa maupun Rendi menunjukkan bahwa sebagai generasi muda, mereka tidak terlalu mengikuti perkembangan pemilihan kepala daerah, walaupun KPU sudah bekerja keras untuk sosialisasi, dan apresiasi untuk itu, tapi tidak bisa dipungkiri masih banyak Anisa dan Rendi lain di luar sana.

Pilkada untuk anak muda
Pilkada untuk anak muda via tempo

Situasi

Mengetahui ini, Kami mencoba menyampaikan situasi ini kepada KPU. Datang selepas magrib, kami diterima hangat oleh Ketua KPU Majalengka: Supriatna, S.Ag. Berikut adalah saran dari beliau.

Pak Supriatna mengkomparasikan buta huruf dengan buta politik, “Kalau buta huruf, hanya diri sendiri yang dirugikan. Tapi kalau buta politik, kamu bisa merugikan semua orang, sebab kalau salah pilih, nasib masyarakat seluruh Majalengka 5 tahun ke depan dipertaruhkan.”

Kenali Calonnya

“Kenali calonnya, ketahui visi misi dan programnya! Jangan memilih karena diimingi sesuatu,” tambahnya.

Supriatna memilih percaya bahwa generasi muda Majalengka sudah “Pandai” memilih, namun menanggapi sebagian anak muda yang kami anggap masih apatis, ia menuturkan bahwa mereka hanya harus diberi penerangan: bahwa segala aspek kehidupan tidak bisa lepas dari politik, mulai dari perdagangan, industri, hingga pendidikan. “Sekolah dan universitas juga produk politik kok, sistem pendidikan nasional kan produk politik. Jadi segala impian anak muda, tidak bisa lepas dari politik,” jelasnya.

Kalau kita mencari contoh lain, ketentuan aturan lapangan kerja diatur oleh politik, ketika kita memilih pemimpin yang benar, maka tidak akan kesulitan mendapatkan pekerjaan, lalu melamar kekasih yang selama ini diperjuangkan.

Meskipun tak menampik masih ada yang apatis, tapi Ketua KPU Majalengka ini percaya bahwa generasi muda akan datang beramai-ramai ke TPS nanti. Semoga saja.

 

Editor: Fakhrul Azharie

Facebook Comments

About Fakhrul Azharie

ke sana ke mari membasmi kejahatan

Check Also

lomba menghias gapura

Sambut HUT RI dan Asian Games, Kominfo Selenggarakan Lomba Sarat Makna

besoksenin.co – Tahun 1962, Indonesia terpilih menjadi tuan rumah Asian Games untuk kali pertama. Waktu …