Home > rubrik > besokbaper > Pesan Untuk Orang Sunda yang Ragu Menikah dengan Orang Jawa
via pexels
via pexels

Pesan Untuk Orang Sunda yang Ragu Menikah dengan Orang Jawa

besoksenin.co – Sebenarnya bangsa kita belum benar-benar merdeka. Buktinya dalam memilih pasangan hidup aja masih lihat suku dan asalnya. “Gak boleh sama orang jawa! Kamu mah kayak gak ada orang Sunda yang masih single aja!” Sebenernya yang single banyak, tapi yang mau gak ada!

via pexels
Tetehnya butuh sajadah untuk bersujud via pexels

Mencari pasangan tak semudah ngechat “hai” ke mantan (meskipun ini agak susah sih, apalagi kalau gak punya kuota. Minta tethering mamah dulu). Banyak perjuangan yang kamu hadapi untuk mendapatkan perhatian dia yang bisa membuatmu jatuh hati. Chat yang hanya berakhir centang biru tapi dia membuat instastory beberapa menit setelahnya pernah kamu alami. Ajakan makan malam yang ditolak dengan alasan udah malam padahal masih jam tujuh, lalu dia keluar jam delapan bareng teman-temannya juga pernah kamu hadapi.

Atau, kamu dipihak yang sebaliknya. Menjadi orang yang mengacuhkan chat karena merasa dia yang mendekatimu gitu-gitu aja, sehingga kamu bosan dan berpaling ke instagram. Menjadi orang yang menolak ajakan makan malam karena merasa belum sreg, lalu mengajak temanmu keluar untuk bercerita tentang dia yang tak lelah mengejarmu.

Tapi, namanya juga cinta, separah apapun kamu diacuhkan, kamu akan sabar dan terus memperjuangkan. Bak seorang pelatih tim sepakbola, kamu menyusun strategi agar bisa merobohkan dinding pertahanan dia yang hatinya ingin kamu bobol. Pelan-pelan perhatian yang kamu berikan membuat dia yang awalnya acuh menjadi luluh.

Atau, kamu dipihak sebaliknya lagi. Berada di posisi yang hatinya terus menerus digempur oleh serangan yang bertubi-tubi. Kalau kata orang sunda, “Cikaracak ninggang batu, laun-laun jadi legok.” artinya usaha yang dilakukan secara terus menerus akan membuahkan hasil. Ya, usaha dia yang mendekatimu berhasil. Kamu yang awalnya acuh, menjadi luluh.

Sayangnya, sebagai siapapun posisimu di paragraf sebelumnya akan menemui rintangan yang sama, hubunganmu menemui titik buntu. Alasannya satu: Kamu adalah orang Sunda, sedangkan dia berasal dari Suku Jawa. Orang tuamu adalah salah satu dari sekian banyak yang masih percaya mitos larangan menikah antara orang Sunda dengan orang Jawa.

Hilih!!

baca juga : Bus Widia adalah Kita

Katanya, kalau orang Sunda dan orang Jawa menikah itu ada pantunnya, “Orang Sunda, Orang Jawa. Siap-siap hidup Melarat Selamanya.“. Bener sih bakal melarat, tapi kalau kerjaannya cuman cicing wae di imah terus teu boga penghasilan (diam saja di rumah dan tidak punya penghasilan. Kalau di rumah punya penghasilan mah gapapa, contohnya jess no limit. Streaming di rumah dapat duit.)

Padahal nih, ya, yang nentuin melarat atau enggak, bahagia atau enggak, langgeng atau enggaknya sebuah pernikahan bukan suku atau etnis. Gak sedikit kok orang Sunda yang menikah dengan Orang Jawa berujung bahagia. Karena bahagia atau enggak itu perihal bisa menerima, menyamakan prespektif yang berbeda, kemauan berjuang bersama, dan sama-sama saling cinta. Duh kayak yang iya, ya. Padahal saya ini nikah aja belum.

Ketidakharmonisan dalam sebuah hubungan pasti ada, jangan langsung mengaitkannya dengan etnis. Nih, sob, perkara masalah dalam sebuah hubungan mah mau orang Sunda nikah sama orang Uganda juga pasti bakal ada. Bisa itu karena masalah duit, masalah orang ketiga, atau masalah lain yang lebih logis daripada perbedaan etnis.

Menikah mah bukan perkara orang  Sunda dengan Jawa, Sunda dengan Sumatera, Sunda dengan Uganda, ataupun Sunda dengan Kanada. Kalau kamu rasa pasanganmu sekarang adalah orang yang tepat, maka yakinkan orangtuamu bahwa dia siap menemanimu dunia akhirat. Jadilah orang yang merdeka, tanpa takut memilih pasangan dari suku apa. Jangan mau terjebak dengan stigma lama yang tidak logis di mata kita.

Perjuanganmu pasti tak semudah orang lain yang sudah merdeka, tapi bukankah itu esensi sebuah cinta; tentang berjuang bersama? Termasuk meyakinkan kedua orang tua.

kurupuk seblak via tokopedia
kurupuk seblak via tokopedia

Pesan saya, selama yang kamu cintai adalah orang yang baik dan bertanggung jawab, bukan orang yang suka beli gorengan lima ngakunya satu. Tak peduli dia Jawa atau suku apapuun, selama dia orang, bukan kurupuk seblak atau regejeg. Dia pantas untuk diperjuangkan!

 

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

Bus Widia Adalah Kita

besoksenin.co – Meski “menyebut merek”, tetapi pihak Bus Widia sama sekali tidak menyeponsori tulisan ini. …