Ramadan Tahun ini Harus Berbeda!

besoksenin.co – Alhamdulillah, akhirnya kita dipertemukan kembali dengan bulan Ramadan. Bulan istimewa di mana syaitan dibelenggu, pintu surga terbuka, bahkan saat semua barang turun harga pahala justru berkali-kali lipat naiknya. Jadi jangan sampai Ramadan kita tahun ini dijalani sama dengan tahun lalu, tapi harus berbeda dan lebih baik tentunya.

Meningkat kualitas ibadah

Misal, kalau tahun lalu ibadahnya masih sendiri, tahun ini sudah ada pendamping, dong. Kalau tahun lalu cuma berdua, sekarang ada bayi utun. Bertahun-tahun puasa di kontrakan sekarang udah di rumah sendiri. Kalau kamu termasuk ke dalam kelompok perubahan-perubahan ini, wajib hukumnya untuk lebih meningkatkan lagi kualitas ibadahnya. Bukankah Allah sudah sangat baik memberikan kenikmatan-kenikmatan tersebut? Tentu tidak ada rasa syukur yang lebih baik dibanding terus meningkatkan kualitas ibadah.

“Tapi tahun ini masih tetep sendiri, di kostan garap skripsi persis kayak tahun lalu. Allah pilih kasih nih…!”

Jangan kalah semanagat dengan anak-anak Palestine yang dikelilingi teror via pixabay

Sob, kadang kita terlalu sibuk mencari hal-hal buruk dibanding mensyukuri hal-hal baik. Bukankah nafas kita sampai di bulan Ramadan sudah cukup dijadikan alasan untuk bersyukur? Apalagi masih bisa puasa dengan aman tentram, cukup pusing pilih-pilih menu sahur karena tinggal delivery, masih banyak jajanan teman ngabuburit, dan lain sebagainya. Seringkali kita lupa mensyukuri hal rutin yang dianggap biasa ini, padahal di luar sana masih banyak yang nggak banyak berharap untuk membuka mata esok hari karena ada teror bom setiap menitnya. Atau mereka yang masih cari-cari bandar untuk reseller kolak supaya buka bisa beli nasi kotak. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang engkau dustakan?

pribadi berbeda
Mulailah menjadi pribadi yang berbeda sejak hari ini via pixabay

Jadi mari kita rencanakan untuk membuat Ramadan tahun ini berbeda. Untuk hal duniawi yang sifatnya sementara aja sampai konseling karier lah, bimbel atau les privat lah, cari sumber dana lah, dan sebagainya. Masa buat tabungan akhirat kita nggak mau membuat yang terbaik, kan amalan untuk akhirat bisa kekal. Jangan sampai saat Ramadan berakhir kita menyesal tidak menjalaninya dengan rutinitas yang sama, siapa bisa menjamin akan ada Ramadan tahun depan untuk kita?

Facebook Comments

Post Author: rekhoni

penikmat langit tak banyak bicara.