Rumah Adat Panjalin, Harta Karun Majalengka yang Harus Dijaga Kelestariannya

besoksenin.co – Hallo sobat bsco, kali ini kalian bakal diajak untuk mengenal salah satu rumah adat yang berada di Majalengka. Pasti kalian bertanya-tanya “emang di Majalengka ada rumah adat?” sobat bsco kaget ya? ngakunya sih anak hits Majalengka, tapi kenalnya cuma jalakotek doang kamu mah, ah enggak asyik.

Ayo mengenal sejarah yang ada di tempat kelahiranmu sob. Kamu harus tahu tentang rumah adat yang ada di Majalengka, namanya rumah adat Panjalin. Baca yuk, di bawah ini ada artikel rumah adat Panjalin, harta karun Majalengka yang harus dijaga kelestariannya.

Rumah adat panjalin majalengka
Rumah adat panjalin tampak depan via Winda Nurfitriani

Rumah adat Panjalin terletak di Desa Panjalin Kidul, Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Dalam bahasa Sanksekerta Panjalin artinya rotan, dahulu Desa Panjalin merupakan hutan rotan lebat. Konon dulu ada salah satu tokoh yang ditugaskan untuk membuat permukiman. Akhirnya hutan rotan tersebut habis ditebang dan terbentuklah permukiman Desa Panjalin sampai saat ini.

Konon dulu ada salah satu tokoh yang ditugaskan untuk membuat permukiman. Akhirnya hutan rotan tersebut habis ditebang dan terbentuklah permukiman Desa Panjalin sampai saat ini.

Menurut Apip yang merupakan adik dari kuncen rumah adat Panjalin, bangunan ini diciptakan dari pohon asli yang hanya dipahat, hingga saat ini ada dua tiang yang berdiri langsung dari akarnya. Di dalam rumah adat Panjalin terdapat dua ruangan. Ruangan pertama adalah ruang tamu dan yang satunya adalah kamar tidur. Ruangan dibatasi oleh kayu jati yang sampai sekarang masih berdiri kokoh.

 

 

kamar tidur rumah adat panjalin
Ruangan yang dulunya digunakan sebagai kamar tidur via Winda Nurfitriani
pintu masuk menuju kamar tidur
Pintu menuju ruangan kedua yang dahulunya digunakan sebagai kamar tidur via Winda Nurfitriani
kamar tidur rumah adat panjalin
Ruangan yang dulunya digunakan sebagai kamar tidur via Winda Nurfitriani

Rumah adat panjalin terbuat dari kayu jati yang dipahat, sedangkan pada zaman dulu atapnya dari sejenis daun kelapa dan dindingnya tebuat dari kayu jati yang dilapisi bambu. Rumah adat Panjalin sudah ada sejak 500 tahun yang lalu, pendirinya adalah Eyang Sanata. Namun hingga tahun 2017 ini sudah tiga kali direnovasi, sehingga hanya ada beberapa bagian yang masih asli dan berdiri kokoh seperti pintu masuk, dua tiang yang terbuat dari pohon asli dan langsung ke akar, dan beberapa dinding yang menjadi pembatas antara ruang tamu dan kamar tidur. Renovasi pertama dilakukan gotong royong secara kekeluargaan oleh masyarakat sekitar. Setelah itu, renovasi kedua dan ketiga mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah Majalengka, ini berawal pada tahun 1999.

pintu rumah adat panjalin
Pintu masuk rumah adat panjalin via Winda Nurfitriani
tulisan munafek rumah adat panjalin
Tulisan munafek pada dinding dekat pintu masuk via Winda Nurfitriani

Terdapat tulisan munafek yang ditulis oleh Buyut Sanata di bagian luar, tepatnya sebelah kiri pintu masuk rumah adat panjalin. Menurut Apip, tulisan tersebut adalah pesan supaya kita jangan berbuat munafik. Tulisan tersebut terdiri dari kata munafek di bagian tengah, bagian atas dan bawah artinya Panjalin Majalengka dengan menggunakan tulisan zaman dulu sebelum mengenal alfabet.

Akses jalan menuju rumah adat Panjalin cukup mudah, meskipun berada di sebuah gang. Keberadaannya tidak jauh dari pasar prapatan sob. Ada tiga alternatif jalan yang bisa kamu lalui menuju rumah adat panjalin ini. Pertama, sobat bsco dari arah Kadipaten bisa melewati jalan by pass Bandung-Cirebon, untuk angkutan umum kamu bisa naik elf jurusan Kadipaten-Cirebon atau Bandung-Cirebon, nanti kamu berhenti di pasar prapatan.

Yang kedua, sobat bsco bisa melalui jalur Jatiwangi, kamu yang tinggal di Majalengka kota atau dari Talaga, Cikijing dan lainnya bisa lewat jalur Sukaraja ke Jatiwangi, nanti kamu tinggal menuju ke arah Cirebon. Setelah itu sobat bsco turun di pasar prapatan panjalin, sebelah kiri jalan (dari Kadipaten) ada gapura bertuliskan Desa Panjalin, kamu ikuti jalur itu, nanti akan ada pertigaan masjid Panjalin Kidul, sobat bsco ambil arah kiri dan ada jalan kecil atau gang telusuri gang tersebut dan tidak jauh dari jalan utama sobat bsco akan menemukan rumah adat panjalin.

Bisa juga melalui jalur Rajagaluh, nanti dari terminal Rajagaluh kamu menuju ke pasar prapatan melewati Leuwimunding. Untuk angkutan umum sobat bsco bisa menaiki elf jurusan Rajagaluh-Cirebon. Turun di perempatan Panjalin, kamu bisa melalui gapura tadi tinggal belok kiri atau kamu setelah berada di perempatan Panjalin bisa ambil lurus (dari arah Rajagaluh) kemudian kamu akan menemukan lapangan sepak bola, tidak jauh dari sana sobat bsco akan melihat jalan di sebelah kiri, jalan itu menuju balai desa Panjalin Kidul, kamu belok kiri terus lurus saja sampai ketemu balai desa dan pertigaan ambil lurus, nanti akan ada jalan kecil atau gang, nah sobat bsco masuk gang itu. Untuk kendaraan roda empat tidak bisa melewati gang tersebut, tapi untuk roda dua masih bisa sob.

Jangan lupa temui penjaga atau kuncen untuk bisa masuk ke dalam rumah adat panjalin via Winda Nurfitriani

Sobat bsco yang ingin berkunjung ke rumah adat Panjalin tidak akan dipungut biaya, tapi jangan lupa untuk meminta izin terlebih dulu kepada kuncen atau orang yang menjaga dan merawat rumah adat panjalin. Kamu bisa masuk ke dalam rumah adatnya lho, tetap jaga kesopanan ya sob! jangan sampai macam-macam. Jangan sampai merusak, rumah adat panjalin adalah harta karun Majalengka yang harus dijaga kelestariannya.

Rumah adat Panjalin merupakan salah satu cagar budaya di Majalengka yang masuk dalam pengawasan BP3 (Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala) Serang, Banten. Termasuk cagar budaya di Majalengka yang berskala  nasional. Meskipun demikian, hanya segelintir saja masyarakat Majalengka yang mengetahui keberadaan rumah adat tersebut.

Pengunjung sebagian besar adalah pelajar dan masyarakat lainnya yang ingin mengetahui sejarah dari rumah adat Panjalin, ada juga pengunjung dari luar Majalengka seperti Jawa Timur dan Sumatera yang melakukan ziarah bahkan menginap di rumah adat tersebut. Kurangnya promosi dan minat masyarakat untuk berwisata sejarah merupakan salah satu alasan kenapa masyarakat Majalengka sendiri banyak yang tidak tahu rumah adat Panjalin.

Sobat bsco, sesekali luangkan waktumu untuk berwisata sejarah khususnya sejarah yang berada di Majalengka, termasuk rumah adat Panjalin. Rumah adat Panjalin harus tetap kita jaga sampai kapan pun, itu adalah aset dan harta karun yang berada di Kabupaten Majalengka. Ajak temanmu, keluarga, pacar, gebetan, selingkuhan dan siapapun itu, kamu bisa berwisata sekaligus menambah ilmu sejarahmu sob!

 

Editor : Riza D. Januar

Ditulis oleh Winda Nurfitriani

Jangan Klik "Lihat profil lengkap"

Lihat profil lengkap