Home > rubrik > besokbaper > Sebab Cara Terbaik Menjagamu Adalah Menikahimu
Seharusnya kamu tak pernah bersedih via Pexels

Sebab Cara Terbaik Menjagamu Adalah Menikahimu

Apa kabar kamu? via pixabay

Untukmu, perempuan hujan

Dari jauh kamu nampak sama dengan perempuan lainnnya; terlihat kuat dan mudah tertawa. Tetapi, aku tahu ada waktu di mana kamu merasa sepi. Kamu merindukan seseorang, padahal kamu pun tidak tahu siapa yang sedang kamu rindukan. Hatimu rumah berhalaman luas, tetapi tidak berpenghuni.

Ada lubang di dadamu, kamu mencari sesuatu untuk mengisinya, tidak ditemukan apa pun. Lalu, dengan tubuh yang bergetar, hujan itu turun di matamu.

Maafkan karena teramat sering membiarkanmu berkawan akrab dengan sunyi, ampuni sebab terlalu banyak hal yang harus kamu perjuangkan sendiri

Keesokan harinya kamu bangun, menggapai alarm, merapikan buku-buku di sekitar kasur, yang kamu pilih sebagai teman jelang tidur. Hari itu, seperti biasanya, tak ada ucapan selamat malam selamat pagi kamu dapati. Di pintu depan, tak ada puisi atau seikat bunga yang kukirim.

Barangkali kita sama-sama menderita via Pixabay

Barangkali, kita sama-sama menderita

Aku pasti sering mengintip kehidupanmu lewat media sosial.  Jika kamu sedang bersedih, rasanya hati ini ikut perih. Jika kamu sedang berbahagia rasanya tuntas satu dahaga. Aku tak bisa melakukan apa-apa, selain merapal doa. Aku mengusap layar ponsel, bukan pipimu. Itu sebuah ironi.

Berawal degupan kencang yang lahir di dada ketika pertama melihat, kupikir itu hanya detak biasa, tetapi esoknya jantung ini malah meneriakan kamu lagi, dan aku semakin mencintaimu.

Seterusnya setiap hari adalah upaya perlawanan supaya bisa menahan segala perasaan. Aku menjadi sibuk menenggalamkan kamu yang sering muncul di permukaan. Hingga akhirnya aku memilih menyerah dan menerima bahwa aku sudah jatuh padamu.

Namun, aku menghindar bukan karena tak memiliki kepercayaan diri, pengecut, atau tak ada keinginan untuk menjagamu

Sebelum jatuh cinta kepadamu, aku sempat mencintai orang lain. Kamu tahu? Ternyata dia juga memiliki perasaan yang sama, kemudian kami bersama. Namun karena aku tak mengikatnya, ia pergi dan apa yang bisa diperbuat lagi? Lalu bagaimana bisa mengikatnya jika belum siap? Lantas mengapa harus bersama jika kami belum siap?

Aku hanya tidak suka dengan perpisahan, ingin memastikan kamu yang akan datang, menjadi tempatku pulang.

Aku akan menjagamu, jika sudah siap via Unsplash

Aku akan menjagamu,  jika sudah siap

Nanti, aku lah yang membangunkanmu dengan ciuman. Seandainya kamu yang bangun lebih dulu, akulah yang akan mengagetkan dengan memelukmu dari belakang ketika kamu sedang sibuk mengiris wortel untuk makan siang kita. Kamu pasti menyiapkan kopi, tak ingin kalah aku akan mengambil empat potong roti, satu kotak sandwich, dan satu gelas susu, untuk sarapanmu. Selain suara piring, pisau dan garpu yang beradu, hanyalah suara tawa kita berdua yang menggema.

Aku berjanji tak ada pagi yang sepi lagi di sisa hari yang kau miliki. Aku pasti memegang tanganmu, dan kamu tak perlu takut pada gelap lagi.

Kelak, aku ingin terus berada di sisimu

Seharusnya kamu tak pernah bersedih via Pexels

Jika kamu sedih, aku memelukmu, mungkin tak seketika permasalahan selesai, namun aku akan terus ada untukmu. Jika kamu bahagia, itu memang tugas. Karena aku-lah yang paling sering di sampingmu, diri ini menjadi yang paling mengenalimu, selalu tahu caranya agar membuatmu merasa lebih baik.

Maka tak ada satu yang perlu kita persedihkan, bukan? Segala pengorbanan kamu hari ini, kelak ada yang mengganti. Satu titik air mata yang kamu jatuhkan, kelak akan kuganti menjadi sepuluh kebahagiaan.

Kelak aku pasti bisa menjadi laki-laki yang kamu impikan, selalu ada ketika kamu membutuhkan, dan di rumah kita, kamu dan aku menuntaskan satu persatu mimpi menjadi kenyataan.

Hari ini aku masih sibuk mempersiapkan

Masih banyak yang harus kulengkapi via Pexels

Masih banyak yang harus kulengkapi sebelum menjemputmu nanti.

Mohon, jangan pernah mengutuk diri dan sepi lagi, karena kamu tidak tahu ada yang begitu ingin menjagamu tetapi masih belum mampu, sebab cara terbaik menjagamu adalah menikahimu.

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Untukmu yang Memilih Menikah Duluan

besoksenin.co – Ini tentang saya yang menempelkan fotomu di cermin, sehingga setiap pagi sebelum beraktivitas, …

Tinggalkan Balasan