Home > rubrik > besokbaper > Selamat Tinggal Putih Abu, Selamat Tinggal Kamu

Selamat Tinggal Putih Abu, Selamat Tinggal Kamu

besoksenin.co – Di penghujung masa putih abu, aku menulis ini sambil mengelilingi sekolah kita.

Lapangan serbaguna adalah tempat pertama yang kupilih. Tiba-tiba, memoriku kembali pada masa orientasi siswa dahulu. Di tempat ini, aku pertama kali melihatmu. Kamu sudah istimewa dan mudah menyita perhatian, bahkan sejak awal. Selanjutnya di sini, setiap upacara aku menjadi sibuk sendiri di baris sebelah mana kamu berdiri. Atau, ketika aku berpura-pura izin ke toilet dan melewati lapangan ini, bukan karena ingin benar-benar buang air, tetapi karena aku tahu bahwa hari itu adalah jadwal pelajaran olahraga kelasmu.

Koridor

Aku menyusuri koridor untuk mencapai kelas, di sini adalah tempat ketika tubuhku selalu gemetar hebat, ketika kita tak sengaja berpapasan. Kamu selalu berjalan dengan percaya diri, dan kamu bagaikan magnet yang selalu dikelilingi oleh teman-temanmu.

Aku pergi menuju kelasku, mengamati jendela yang pernah kupakai untuk mengintipmu dari kejauhan. Entah bagaimana, saat ini kacanya sedikit berembun, sama seperti mataku. Aku ingat, di sini, seringkali membicarakanmu pada sahabat-sahabat, penuh antusias, seakan kamu memang sudah kumiliki.

Tak butuh waktu lama, kamu tumbuh menjadi siswa yang populer, sementara aku hanyalah murid biasa. Saat kita kelas sebelas, kamu memiliki banyak sekali penggemar dari adik-adik kelas. Mereka selalu mengelilingi, bagaikan kawanan semut yang menemukan gula. Bagaimana mungkin, mereka anak-anak baru, bisa mudah sekali dekat denganmu, sedangkan aku selalu hanya bisa melihatmu dari jauh?

Baca juga: Tolong Pergi Dan Jangan Menoleh Lagi, Kecuali Kamu Sudah Siap

Puncak rasa sakit hati terhebat, adalah saat kamu memiliki pasangan. Bagaimana mungkin? Tidak bisa! Mengapa harus mereka? mengapa harus dia? aku lah orang yang pertama kali menemukanmu, aku lah orang yang mengagumimu, bahkan sejak awal!

Melihatmu

Namun, waktu itu aku belum memahami: bahwa itu masih lebih baik daripada tidak bisa melihatmu lagi, seperti saat ini. Seseorang yang menjadi alasan untuk bangun pagi hari, memiliki semangat untuk sekolah. Seseorang yang jika tidak bisa berhasil kutemukan di sekolah satu hari saja, membuat begitu bersedih.

Berbicara tentang pasangan, hubungan kalian memang tidak lama, dan ketika kamu sendiri lagi pun, nyatanya aku masih tak bisa melakukan apa-apa. Lagi pula, mengapa waktu itu aku harus cemburu, pada sesuatu yang bukan milikku? Sudah kuputuskan untuk mengikhlaskanmu, meskipun masih ada sedikit waktu, tetapi kamu hanya digariskan untuk aku lihat dari jauh, tak akan pernah mampu kusentuh. Dan lagi, aku harus kehilangan sesuatu yang bahkan tak pernah kumiliki.

Kamu mungkin tidak akan pernah tahu, bahwa ada yang selalu diam-diam memperhatikanmu, ada yang tubuhnya gemetar setiap kali berpapasan denganmu di koridor, ada yang sedalam itu mencintaimu di masa putih abu. Selamat tinggal.

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Meninggalkan dan Ditinggalkan Adalah Sebuah Keputusan. Kamu Hanya Boleh Menangis Sesaat

besoksenin.co – Mengingat kenangan yang telah terjadi di hidup kita bukanlah sebuah hal mudah. Ada …