Home > rubrik > besokbaper > Senja Sore Itu: Menjawab Kamu Adalah Takdir
Kamu dan senja via pexels

Senja Sore Itu: Menjawab Kamu Adalah Takdir

besoksenin.co – Duduk di tepian sawah sembari menunggu senja datang sore itu, membuat pikiranku terbang padamu. Sudah dua  bulan semenjak namamu pertama kali terdengar olehku. Tak ada penjelasan lebih jauh lagi selain latar belakangmu yang hanya sedikit ku dapat. Wajahmu? jangan harap aku bisa melihatnya. Tak ada sedikitpun jejak yang kau beri sebagai petunjuk padaku.

Kamu dan senja via pexels

Pikiranku kembali menari-nari dengan bebas. Rasa-rasanya aku sungguh tidak mengenalmu, tak ada runtutan ingatan yang menuju padamu. Aku mulai ragu, bahwa kamu memang nyata selama ini. Semenjak sapa yang kau kirim lewat pesan singkat dan menjelaskan siapa kamu, aku sungguh ragu. Bagaimana mungkin seseorang dapat mengenal jika hanya mengirim satu pesan saja?. Bagaimana caranya seseorang bisa yakin atas keputusannya hanya melalui sapa singkat itu? Aku sungguh butuh penjelasan.

Kemudian, aku selalu mencari-cari tau tentangmu. Tapi, aku selalu mendapat  jawaban yang sama. Kudanil eh, nihil maksudku.

Anehnya, entah mantra apa yang kau gunakan, semenjak itu pula hatiku mulai tertutup. Tertutup untuk berhubungan dengan yang lainnya. Aku menjadi tidak berselera dengan rayuan gombal lelaki lain. Tak ada sedikitpun niat untuk membalas pesan-pesan masuk. Duniaku berputar-putar pada rasa penasaranku. Penasaranku tentang kamu.

Baca juga: Aku Belajar Dari Kartini, Bahwa Kita Harus Berhenti Saling Menyakiti Bukan Berhenti Saling Mencintai

Aku tidak mengenalmu, baik wajah atau sifatmu. Yang ku tau, kamu hanyalah seorang yang pekerja keras dan mudah bergaul. Apakah hanya dengan ini aku bisa memberi jawaban? rasanya aku banyak ragu untuk ini.

Tentang kamu via pexels

Sebulan berlalu semenjak pesan teramat singkat itu. Dan kamu datang lagi dengan penjelasan mengenai kekuranganmu. “Aku sungguh kaku dan tidak percaya diri”, katamu saat itu. Aku hanya membaca pesan itu dan tidak berniat membalasnya. Tapi jemariku justru menuliskan “Ok, no problem”. What? hati dan otakku mulai tidak sinkron. Aku rasa ini efekmu benar-benar sampai ke hatiku, tidak lagi pikiranku saja.

Kini, bersama angin senja yang menerpa wajahku, aku mulai berdamai dengan takdir. Takdir? ya, aku rasa pesan singkat dan jawaban yang ku beri adalah takdir yang sudah digariskan oleh Tuhan. Takdir bahwa hari esok kita akan menjawab semua pertanyaan dan ragu dalam diri kita  mejadi  nyata, berdua.

Facebook Comments

About Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Check Also

Waspada Terhadap Permainan Momo Challenge

besoksenin.co – Momo Challenge. Seantero jaga media kemarin dihebohkan dengan beredarnya Kiki Challenge yang dimana …