Suatu Hari di 2020, Saat Kau Halalkan Aku di Pelaminan

besoksenin.co – Lagi-lagi aku bicara perkara mimpi. Kali ini, izinkan aku bermimpi tentang suatu hari di 2020, saat usiaku menginjak 23 tahun. Bagiku, usia 23 tahun adalah usia paling ideal untuk seorang perempuan yang hendak melepaskan masa lajangnya.

Surat undangan dari mantan via @radityainvitation

Saat ini, usiaku menyapa kepala 2. Satu persatu surat undangan yang ditujukan untukku mulai mendatangi kediaman orangtuaku. Aku yakin, tak hanya aku yang mulai kebanjiran surat undangan, mungkin kamu juga. Bahkan tak menutup kemungkinan jika undangan itu berasal dari mantan alias kalian ditinggal nikah sama mantan. Miris yah. Saat ku terima undangan dari teman-temanku, seringkali terbersit satu pertanyaan besar dalam benakku “sudah siapkah aku untuk menikah?”.

Aku memang sudah tak ingin bermain-main lagi dengan jalinan asmara yang disebut ‘pacaran’ sebab aku sudah lelah bermain dengan hati. Seringkali aku meminta untuk cepat dipertemukan jodohku hingga tak usah ada lagi bermain dengan hati yang salah ataupun usaha menjaga jodohnya orang lain. Namun di sisi lain, aku masih belum siap jika dalam waktu dekat ini Ia datang menghadap Ayahku dan meminta restu untuk menghalalkan.

Ah, entahlah. Aku bingung. Ku rasa, ini adalah sebuah dilema yang dirasakan seluruh kawula muda yang seumuran denganku. Satu-satunya jalan yang mampu ku tempuh adalah memasrahkannya pada takdir hingga waktu mengungkap segala hal perkara misteri jodoh. Hingga suatu hari di 2020 itu tiba mengungkap tentang sosok yang selama ini menjadi tanya terbesarku.

Perihal jodoh, aku hanya bisa memasrahkannya pada takdir hingga waktu mengungkap segala misteri tentangnya.

Saat kau halalkan aku depan waliku via @falvioonita

Suatu hari di tahun 2020, saat kau halalkan aku di pelaminan. Suatu hari di 2020 yang menjadi saksi bisu kau dan aku menjadi kita secara sah di mata agama, negara dan para saksi. Hari dimana kau ucapkan ijab kabul di hadapan waliku, penghulu dan para saksi hingga kata ‘sah’ menggema di udara. Hari dimana jalinan asmara kita diridhoi Allah dan setiap kemesraan kita berbuah pahala. Hari dimana dua keluarga menjadi satu, sebab dalam pernikahan tak hanya menyatukan hatiku dan hatimu melainkan juga menyatukan dua buah keluarga menjadi satu.

Sebab dalam pernikahan tak hanya menyatukan hatiku dan hatimu melainkan juga menyatukan dua buah keluarga menjadi satu.

Suatu hari di 2020, hari istimewa yang menjadi awal dari kisah bahtera rumah tangga kita. Awal dari bersatunya dua insan yang saling tidak sempurna lalu berkolaborasi untuk menciptakan kesempurnaan. Sebuah paragraf baru untuk saling berbagi kisah hingga halaman terakhir sebuah kehidupan.

Awal dari bersatunya dua insan yang saling tidak sempurna lalu berkolaborasi untuk menciptakan kesempurnaan.

Suatu hari di 2020, semoga Tuhan mendengar doaku dan semesta meng-aamiin-kannya.

Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Ditulis oleh Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Lihat profil lengkap