Surat Untuk Anak Tercinta, Maaf Kami Bertambah Tua

besoksenin.co – Tidak ada orang tua yang ingin melihat anaknya tidak bahagia, apalagi menderita. Hari demi hari berjalan layaknya mimpi. Bermula dari rengekan tak berdaya, hingga bisa berdiri berbuasana kebaya. Rasanya ketika hari pertama kalian mengenakan seragam putih merah, tidak terasa sakit pinggang atau lelah berlari untuk membujuk masuk sekolah. Bahasa alien “ha-o-ha-keng” pun sudah berubah menjadi rayuan manja ungkapan rindu ingin berjumpa. Nak, sungguh kami senang melihat kalian tumbuh kembang dengan baik.  Tapi bolehkah kami ingatkan sesuatu? Kami di sini pun ikut bertumbuh dan berkembang, namun dengan arah berlawanan dengan kalian. Inilah penuaan.

Nak, sungguh kami senang melihat kalian tumbuh kembang dengan baik.  Tapi bolehkah kami ingatkan sesuatu? Kami di sini pun ikut bertumbuh dan berkembang, namun dengan arah berlawanan dengan kalian. Inilah penuaan.

Bertambah tua via pexels

Perlahan postur tegap harus membungkuk. Kekuatan kami sudah berkurang dan mulai gemetar saat mengangkat tangan menyahut salam tangan kalian. Kacamata ini perlu dipakai untuk memperjelas garis wajahmu yang semakin mendekati penampilan kami seusia kalian saat ini. Jika tak ada alat bantu dengar, mungkin kalian akan sangat lelah mengulang perkataan yang sama berkali-kali. Bukan ingin mengeluh Nak, sungguh, karena keluhan kami tidak bisa menghentikan kodrat Ilahi akan datangnya masa tua ini. Kami hanya ingin mengingatkan, bahwa kami di sini sudah menua. Tahukah kalian, apa yang bisa kami harapkan dari masa tua? Sekali lagi kami sampaikan, bukan nelangsa meminta belas kasih, hanya mengingatkan bahwa kami di sini bukan masanya merencanakan melainkan sedang mempersiapkan.

Tahukah kalian, apa yang bisa kami harapkan dari masa tua? Sekali lagi kami sampaikan, bukan nelangsa meminta belas kasih, hanya mengingatkan bahwa kami di sini bukan masanya merencanakan melainkan sedang mempersiapkan.

semoga kamu tidak mengabaikan kami via pexels

Maafkan kami jika dalam persiapan ini ada premis arahan yang tidak sesuai logika sehingga sulit untuk dipahami. Maaf jika satu dua kali kalian harus menunda pertemuan dengan kolega untuk memenuhi panggilan ingin jumpa dari kami. Maafkan kami jika terkadang seperti anak kecil sulit teratur menjaga pola hidup dan berdampak kekacauan jadwal kalian di kemudian hari. Nak, sungguh tak ada sedikitpun hasrat kami untuk menahan kalian. Di sini hanya ingin menyampaikan bahwa kami menua dan setiap hari selalu berusaha bersiap diri. Mungkin rasa takut, cemas, dan khawatir ini muncul dalam bentuk perilaku yang kurang kalian senangi, tapi sungguh bukan seperti itu maksudnya. Kami hanya ingin menyampiakan, di sini kami menua Nak.

 

Editor : Riza D. Januar

Facebook Comments

Post Author: rekhoni

penikmat langit tak banyak bicara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.