Tahun Baru dan Buat Resolusi, Kamu Harus Hindari 7 Hal Ini Agar Resolusinya Berjalan Mulus

besoksenin.co – Tahun baru akan identik dengan sesuatu yang baru. Maka akan ada istilah, ‘tahun baru, pacar semangat baru’ yang diucapkan setiap tahunnya, walaupun nantinya akan merefleksikan hari-harinya atau nggak. Jadi, wajar saja kalau ada resolusi yang sukses dan ada yang gagal.

Nah, kamu harus hindari 7 hal versi besoksenin.co ini, biar resolusimu berjalan mulus seperti aspal Bunderan Munjul.

1. Resolusi itu bukan janji, yang manis di awal saja. Kamu harus tahu ini

Resolusi itu tujuan via pixabay

Semanis apapun tujuan kamu, akan bernilai 0 kalau kamu hanya menuliskan atau hanya berucap. “Kamu mau beresolusi apa tahun ini?” “Aku gak akan darmaji lagi dan nulis di buku harian tiap hari sebelum tidur” “Biar apa itu teh?” “Biar unch”. Tujuan atau capaian-capaian tadi, kalau gak dibarengin dengan tindakan, akan sama saja kayak janji yang manis hanya di awal saja.

kalau gak dibarengin dengan tindakan, akan sama saja kayak janji yang manis hanya di awal saja

2. Jangan ketinggian walaupun sah-sah saja, sih. Buat target yang realistis

Kadang, alasan resolusi gak pernah tercapai adalah idealis yang tinggi alias kurang realistis. “Aku akan lari dari Malausma sampe Zimbabwe biar nurunin berat badan dari 70kg jadi 50.3kg!” “Wah, leh ugha u”.

Realistis saja via Julian Jagtenberg

Minggu-minggu awal sih oke. Tapi di Minggu kedua malah cuman sampai Kadipaten dan akhirnya gak pernah lari lagi sampai akhir tahun. Gitu aja terus tiap tahun sampai angkot 1C bisa nyalip Buhe. Coba kalau realistis dan bertahap, itu akan lebih baik dan tentu saja mencapai target.

Coba kalau realistis dan bertahap, itu akan lebih baik dan tentu saja mencapai target.

3. Malas masih menjadi alasan yang kuat kenapa resolusimu gagal wae

Nanti bentar lagi via pixabay

Untuk memulai, harus beraksi. Kalau malas-malasan, resolusi atau tujuan kamu akan diam di tempat dan nasibnya berujung wacana kayak bukber pas bulan Ramadan. Ingat, kalau malas tertindas, lambat tertinggal, berhenti mati. Contoh kecilnya mungkin beribadah tepat waktu. Nah, bisa, gak?

kalau malas tertindas, lambat tertinggal, berhenti mati

4. Gak konsisten dan keburu bosan, akhirnya ditinggalkan

Poin ini, sama seperti mencintai seseorang. Kalau gak konsisten mencintai, nanti bosan dan akhirnya ditinggalin. Apalagi kalau ditinggalin pas lagi ganteng-gantengnya.

Bosen ah via startupstockphotos

Duh, sayang banget, khan? Coba kalau tujuan di tahun barunya konsisten, walaupun dikit-dikit tapi ada hasilnya, itu akan lebih baik.

walaupun dikit-dikit tapi ada hasilnya, itu akan lebih baik

5. Lupa kalau beresolusi berarti berevaluasi setiap harinya

Sebelum kamu bobo, biasanya kan cuci kaki, minum susu kuda, dan berdoa, kan? Nah, sambil nunggu ngantuk, coba evaluasi dan renungkan satu hari yang telah kamu lewati ngapain saja? Berbuat baik, kah? Atau malah PHP-in orang lagi? Evaluasi hari ke hari adalah langkah kecil agar resolusi kamu berjalan mulus dan mengingatkanmu tentang tujuan-tujuan yang kamu buat di tahun baru.

Evaluasi hari ke hari adalah langkah kecil agar resolusi kamu berjalan mulus dan mengingatkanmu tentang tujuan-tujuan yang kamu buat di tahun baru

6. Kurang motivasi. Mungkin di sini kamu sangat membutuhkan pendamping

Target sudah oke, langkah kongkret sudah diambil, dan gak ada hambatan yang berarti. Namun, sekuat apapun kamu, kadang ada saatnya lelah menghadapi dunia yang kejam ini.

motivasi untuk apa, ya? via Jonas Svidras

Di sini, peran keluarga, sahabat, atau mantan orang lain, sangat dibutuhkan sebagai tambahan semangat kamu. Kamu gak bisa berdiri sendiri, sebab peran mereka akan jadi pengingat juga agar capaian kamu bisa terwujud.

sebab peran mereka akan jadi pengingat juga agar capaian kamu bisa terwujud

7. Sombong dan lupa kalau ada Tuhan yang selalu memuluskan langkahmu

Ketika di puncak kuat, ketika terpuruk baru tersadar. Hmm, jangan sampai. Yup! Lupa bersyukur atas nikmat-Nya justru akan membuat langkahmu sepet dan gak ada manis-manisnya.

Bersyukur setiap waktu via pixabay

Dalam menjalani hari-harinya, selain berevaluasi tiap hari, bersyukur setiap hari pun jangan sampai dilewatkan.

bersyukur setiap hari pun jangan sampai dilewatkan

Resolusi sejatinya adalah evaluasi. Gak usah muluk-muluk, menjadi lebih baik dari hari ke hari saja sudah jadi resolusi bagus, lho.

Selamat beresolusi dalam kebaikan!

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan