Home > berita > Tentang Tenun di Nunuk Baru

Tentang Tenun di Nunuk Baru

besoksenin.co – Berangkat dari ketidaktahuan saya tentang Desa Nunuk Baru, tidak sempat terfikir bahwa di Kecamatan Maja ada salah satu desa yang masih sangat perlu untuk diperhatikan lebih dalam lagi. Jika bercerita tentang Kecamatan Maja, tentu dibenak kita lebih mengenal jauh karena keberadaan Pasar dan terminal yang ramai, akses jalan yang dilewati oleh bis-bis besar yang melaju baik menuju perbatasan Majalengka sebelah Selatan yaitu Kuningan dan Tasikmalaya, juga arah Bandung dan Jakarta. Hal ini berbanding terbalik dengan keberadaan Desa Nunuk Baru yang merupakan salah satu desa dari Kecamatan Maja.

Ya, setiap kali berbicara tetang Desa Nunuk Baru, keluhan-keluhan itu begitu sering terdengar. Dari hal kecil karena susah sinyal sampai pada masalah besar yang tak kunjung selesai yaitu akses jalan yang rusak parah. Sepanjang jalan yang kira-kira lebarnya hanya 2,5 meter itu nyaris seperti sungai kering dengan banyak batu-batuan. Perjalanan dari arah Desa Cihaur menuju Desa Nunuk harus dilewatin dengan sangat hati-hati. Tidak sampai hanya batu-batuan yang cukup besar, jalan menuju desa Nunuk Baru pun berkelok-kelok dan naik turun.

Padahal jalan sangat penting dalam membantu masyarakat untuk melakukan aktivitas. Seperti membeli kebutuhan baik sandang ataupun pangan juga menjual hasil pertanian ke pasar yang tentunya menghabiskan waktu yang sangat lama dan secara otomatis menghambat perekonomian yang ada di Desa Nunuk Baru.

Selain perekonomian yang terhambat, keselamatan juga menjadi ancaman karena jalan rusak. Apalagi jika ada masyarakat yang sakit atau ibu-ibu yang melahirkan dan membutuhkan perawatan di puskesmas atau rumah sakit dengan akses jalan yang sempit dan terjal itu benar-benar harus menjadi perhatian yang serius karena sudah berhubungan dengan nyawa seseorang.

Disamping keluhan jalan yang rusak, ada hal yang menarik yang rasanya bisa menjadi obat setelah melakukan perjalanan yang panjang dan berliku. Obat itu adalah adanya para pengrajin tenun Gadod. Kerajinan tenun gadod ini menjadi kebanggan dari Desa Nunuk Baru. Salah satu pengrajin yang masih aktif menenun adalah Ibu Ranti dan Ibu Maya. Mereka menuturkan bahwa menjadi pengrajin tenun telah dilakukannya puluhan tahun yang lalu sejak mereka kecil. Produk yang dihasilkan dari tenun ini adalah kain kafan, karembong dan syal. Adapun proses produksi dari kerajinan tenun ini cukup panjang. Dimulai dari pengupasan kapas yang didapat langsung dari pohonnya, kemudianya proses selanjutnya adalah proses filterisasi kapas dengan biji-biji yang ada didalamnya. Setelah proses tersebut, sampailah proses pembuatan benang menggunakan alat tradisional hingga diakhiri dengan proses tenun. Setiap proses yang dilakukan memang cukup memakan waktu yang sangat lama. Hal ini dikarenakan alat yang digunakan oleh pengrajin memang sangatlah sederhana. Oleh karena itu, untuk menghasilkan satu kain kafan saja bisa menghabiskan waktu selama dua sampai tiga hari.

Produk-produk yang dihasilkan oleh perajin tenun godod ternyata sudah cukup luas dikenal oleh masyarakat. Bahkan karembong dan syal sering mendapat pesanan dari Luar kota seperti dari Bogor.

Namun lagi-lagi potensi ini justru menghadapi hambatan, hambatan ini tak lain adalah jumlah pengrajin kain tenun gadod semakin berkurang dan rata-rata sudah berusia lanjut. Sebelumnya Ibu Ranti menuturkan bahwa Kalangan muda jarang yang mau belajar menenun bahkan menjadi pengrajin tenun. Oleh karena itu diperlukan pengembangan dan regenerasi. Pengembangan ini bisa berupa pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), pelatihan produktivitas usaha bahkan pemberian bantuan baik dari peralatan atau modal sekalipun. Sehingga selain bisa menjadi kebanggan dari Desa Nunuk Baru melainkan dapat memberikan nilai jual yang tentunya bisa membantu dalam menggerakan roda perekonomian masyarakat di Desa Nunuk Baru.

Melihat bagaimana menariknya kerajinan tenun ini, tentu menjadi PR bagi kita semua untuk turut membantu dan memberi sumbangsih baik pikiran atau tenaga dalam upaya kemajuan desa. Untuk itu, sangat penting adanya perbaikan akses jalan untuk memudahkan masyarakat dalam menjalankan aktivitas juga akan ada banyak lagi para pengunjung yang datang dengan nyaman dan mudah. Sehingga akan sangat mungkin jika Desa Nunuk Baru kelak akan menjadi sentra kerajinan tenun gadod yang menjadi kekuatan baru dan menjadi kebanggan kita semua warga masayarakat Kabupaten Majalengka.

Mari tumbuh dan bergerak. Menjadi manusia yang bermanfaat bagi diri sendiri dan oranglain. Semoga tergerak hati untuk datang jauh ke Desa Nunuk Baru, mengupayakan apa yang perlu diupayakan. Kalau bukan kita, lantas mau siapa lagi?

Ditulis oleh: Maya Imayanti Nurmala

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Check Also

Ventilasi Nusantara, Komunitas Sosial dari Majalengka yang Siap Bernafas Untuk Nusantara

besoksenin.co – Kegiatan apapun bakal terasa lebih berharga ketika melihat orang lain bahagia. Melihat dia bahagia …