Ternyata, Engkau Hanya Ada dalam Dimensi Ketidakmungkinan

besoksenin.co – Di antara rasa penasaranku atas dirimu, aku diam-diam menyelundupkan rasa yang tak bisa aku sampaikan kepada siapapun pada saat itu. Melihat engkau yang bertingkah sangat aneh malah tidak membuatku terganggu sama sekali. Bahkan, aku ingin engkau terus melakukan itu. Aku yakin, aku tak pernah bosan.

Namun, aku salah mengartikan. Kini, engkau berada di antara dimensi ketidakmungkinan-ketidakmungkinanku.

Aku beritahu.

Di antara ketidakmungkinan aku bersamamu, setidaknya aku pernah berbagi cerita. Tak peduli seberapa lama yang penting aku suka.

Di antara ketidakmungkinan aku bisa memilikimu, setidaknya aku pernah menaruh hati padamu. Melambungkan namanya tinggi-tinggi bersama doa yang terpanjat pada malam itu.

Di Antara Ketidakmungkinan via Pexels

Aku tak peduli dengan perasaan ini. Yang perlu kamu tahu, kalau aku melihatmu dan aku memilihmu. Memilihmu. Kubilang sekali lagi, aku memilihmu dari sekian banyak wanita yang aku tertarik padanya. Karena ini tentang siapa yang mengisi hati dengan baik-baik.

Di antara ketidakmungkinan dikarenakan diriku sendiri, aku lebih rela untuk menjauh darimu. Karena mencintaimu berarti memberimu bahagia. Bahagia pun tak harus memilikinya jika menjauhi dirimu adalah kebahagiaan bagimu.

Aku berani bertaruh hingga kapan lagi aku akan berlabuh. Rasanya itu pasti lebih dari dua, tiga, atau lima purnama lagi. Atau bahkan lebih? Entahlah. Rasanya, tak pernah aku terlintas berpikir ini dalam-dalam.

Di Antara Ketidakmungkinan Lainnya via Pexels

Di antara ketidakmungkinan sebab siapa yang lebih baik, setidaknya aku telah berikan apa yang menurutku terbaik yang pernah ada. Kalau engkau anggap hal itu biasa -semoga tidak-, bagiku ini luar biasa, berharga, dan langka.

Akhirnya kehendak Tuhan juga. Entahlah. Tidak ada yang salah menurutku. Aku hanya berasumsi dan bertanya-tanya. Sudahlah! Jangan berlarut!

Aku percaya kalau Tuhan Mahabijaksana di samping Tuhan Maharomantis. Karenanya, tak ada guna kalau aku meragukan kehendak-Nya. Melakukan apa yang telah menjadi suratan dengan sepenuh ikhlas samudera bersama lautan.

(Fakhrul Azharie)

 

Facebook Comments

Post Author: Fakhrul Azharie

cowok yang waktu itu ngirim martabak ke rumah kamu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.