Teruntuk Pria Penggubah Aksara, Semoga Aku Lekas Menemukanmu di Petang Berikutnya

besoksenin.co – Teruntuk pria penggubah aksara, aku menyukaimu sejak pertama kali kita bersua. Aku selalu menunggu aksaramu tetiba muncul di layar kaca. Menerka setiap rasa yang kau tuangkan disana. Menikmati berjuta anganmu tentang Kota Majalengka walau hanya dalam imajinasiku saja.

tak ada yang lebih ditunggu selain menunggu terbitan tulisanmu tiap minggu. Menerka setiap aksara yang kau torehkan disana, barangkali selain dia, kau tetiba menyelipkan samaranku setidaknya via pixabay

Tak ada yang lebih ditunggu selain menunggu terbitan tulisanmu tiap minggu. Menerka setiap aksara yang kau torehkan disana, barangkali selain dia, kau tetiba menyelipkan samaranku setidaknya. Pria yang kutemukan ketika bertukar petang bersama-sama, kau membuat misuhku buyar setiap kali ku membuat aksara.

Andaikan waktu dapat mematung sesuai kehendak, kupastikan petang itu arloji menampilkan angka yang lebih lambat. Akan kuulur waktu, biar dapat kunikmati setiap lekuk dari senyummu. Aku tak dapat berbicara banyak tentangmu, karena aku hanya menemukanmu sekali waktu. Tetapi perihal suara tanya itu, entah mengapa, suaranya tak pernah lolos dari pikiranku.

Kau kuanggap istimewa sejak petang itu. Sosok yang tak perlu banyak bicara, namun memberikan kesan yang luar biasa. Kau selalu kritis tetapi tetap terlihat manis. Seorang komentator yang kuat dalam mengemukakan pendapat. Aku betah berlama-lama memandang mimpimu tentang Kota Majalengka lewat aksara. Apalagi, perihal perubahanannya yang tak seberapa dan bisa dibilang itu-itu saja. Terlebih untuk wilayah diujung-ujung sana.

Pria berselimut jingga ketika matahari mulai menenggelamkan diri, aku selalu betah berlama-lama memandang mimpimu tentang Kota Majalengka lewat aksara

Kau pelukis suasana yang andal, mampu mengubah duniaku dalam sekejap waktu. Ingin kujadikanmu sebagai separuh dari mimpiku. Biarlah ku menyukaimu secara sepihak, tak perlu tahu agar kau tak beranjak. Yang kuperlu hanya melihat kau masih baik-baik saja, lewat cuplikan Instagram Story misalnya.

pria berselimut jingga ketika matahari mulai menenggelamkan diri, aku selalu betah berlama-lama memandang mimpimu tentang Kota Majalengka lewat aksara via pexels

Kau tahu Pablo Neruda, Chairil Anwar dan Pramoedya? Mereka, penggubah aksara yang terlampau indah tulisan-tulisannya. Aku menggilai tulisan mereka sebelum bertemu dengan gubahan aksaramu. Entah karena perwujudan alami dari rasa suka, atau memang aku menemukan sesuatu yang lain disana, yang pasti, rasaku bergeser satu titik menjadi pengagum utama tulisanmu secara sukarela.

Memang benar kata mereka. Tidak ada institusi yang murni tanpa urusan hati. Aku merasakannya sendiri saat ini. Beratnya menutupi harus kutanggung sendiri. Apalagi jika yang menyukai hanya diriku sendiri. Semoga aku lekas menemukanmu di petang berikutnya, kemudian kau menengok biasan bayanganku setidaknya. Teruntuk pria penggubah aksara, hari ini pun ku masih menunggu terbitanmu muncul dilayar kaca.

Editor : Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Facebook Comments

Post Author: Elvira Mentari A

A girl who lives among the words.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.