Home > rubrik > besokbaper > Kepada Jomblo-jomblo di Majalengka, Sebab Kita juga Berhak Bahagia
Ikuti saja cahaya, hingga kita sampai pada apa yang disebut bahagia via Pexels

Kepada Jomblo-jomblo di Majalengka, Sebab Kita juga Berhak Bahagia

besoksenin.co – Hujan pagi ini bisa saja mengingatkan bahwa hati ini sudah lama tidak berpenghuni, memiliki pertanyaan lagi bagaimana rasanya didampingi, sekejap merasa terlalu bosan berteman dengan sunyi. Bisa saja kamu ingat tentang ia yang memilih pergi, sebelum kamu merasa semuanya benar-benar tuntas. Atau, kepalamu tiba-tiba terisi oleh ia yang tidak pernah mengerti. Atau apa pun yang membuat rongga dadamu menyempit, dan membuat ingin menangis. Tentu, kita boleh saja bersedih, namun hanya semata-mata karena kita manusia yang memiliki hati dan emosi

Kita akan sama-sama berjanji bahwa kita akan menghadapi kerasnya hidup ini, sama-sama mengetahui; kalau serangkaian kebahagiaan sudah menunggu di depan. Tertawakanlah ia yang meninggalkan kita, ia sudah salah mengambil keputusan, itu saja yang harus kita buktikan. Saya dan kamu perlu bisa mengharapkannya kembali, saat ia sudah menemukan kebahagiaan yang mungkin tidak bisa diberikan.

Jangan pernah keluhkan kesendirianmu, barangkali Tuhan ingin kamu memiliki waktu untuk mengurus diri. Kita tidak memperjuangkan kebahagiaan satu orang, melainkan semua orang. Kita tidak memikirkan kesejahteraan satu orang, melainkan semua orang.

baca juga : kita lebih dari sekedar teman

Dengan di bangunnya Bandara Internasional, Majalengka termasuk salah satu kota paling progresif di seantoro pulau jawa, dan kita memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri untuk menghadapi ketatnya persaingan nanti. Setidaknya, lebih banyak dari mereka yang punya pasangan.

Tersenyumlah, karena Tuhan sebetulnya tidak ingin membiarkan kita menyedihkan hal-hal sepele via Pexels

Bisa jadi Tuhan ingin kita sendiri, karena tahu bahwa kita tidak punya cukup waktu menyedihkan hal-hal yang sebetulnya sepele, dan amat berpotensi mengerjakan hal-hal besar.

Mari anggap saja kita sedang kehujanan, lalu sebentar lagi hadir pelangi. Kita dianugerahi banyak waktu, sehingga bisa memantaskan diri, untuk ia yang akan datang tak lama lagi.

Saya percaya kita tidak memiliki pasangan; karena kita mampu mengerjakan hal-hal yang besar, berkontribusi pada peradaban umat manusia, bangsa, dan kota tercinta.

Kita akan sama-sama berjanji bahwa kita akan menghadapi kerasnya hidup ini, sama-sama mengetahui; kalau serangkaian kebahagiaan sudah menunggu di depan. Karena kita juga berhak bahagia! (Tommi Pringadi)

Facebook Comments

About Tommi Pringadi

Making history

Tinggalkan Balasan