Untukmu Sahabatku, Maafkan Aku Menyimpan Perasaan Lebih Dari Sekedar Teman

besoksenin.co – Ku tuliskan sepucuk surat tentang segenap perasaanku untukmu. Surat ini datang bersama rasa kepengecutanku yang selama bertahun-tahun tak pernah bisa mengungkapkan perasaan bahwa aku punya rasa lebih dari sekedar teman. Jika aku bisa memilih, aku lebih memilih bermain di timezone daripada harus terjebak friendzone seperti ini. Bukan kemauanku untuk bermain di friendzone, sebab aku juga lelah untuk terus memendam rasa ini selama belasan tahun kita berteman. Terkadang aku ingin memaksamu untuk mencintaiku, tapi aku sadar bahwa cinta tidak untuk dipaksakan.

Jika aku bisa memilih, aku lebih memilih bermain di timezone daripada harus terjebak friendzone seperti ini.

Cintai aku via pexels

Saat kamu membaca surat ini, mungkin aku sudah tak lagi ada bersamamu atau mungkin aku tengah sibuk mempersiapkan pernikahanku dengan orang lain, sebab aku tak tahu apa yang akan terjadi padaku kelak. Aku sadar, selama ini, selama pertemanan kita terjalin hingga belasan tahun lamanya, kamu tak pernah melihat aku sebagai ‘perempuan’. Kamu cuma melihat aku sebagai sahabat atau adik yang masih perlu banyak arahan. Tapi aku melihatmu lebih dari sekedar itu, sebab aku mencintaimu.

Aku sadar, selama ini, selama pertemanan kita terjalin hingga belasan tahun lamanya, kamu tak pernah melihat aku sebagai ‘perempuan’

Persahabatan via pexels

Ternyata benar kata orang, persahabatan antara perempuan dan laki-laki itu tak pernah murni hanya sebatas teman. Pasti salah satu diantara keduanya ada yang menyimpan rasa lebih, dan dalam kasus kita, akulah yang menyukaimu selama bertahun-tahun. Aku yang berjuang sendirian mencintaimu dalam diam. Aku yang sering mencemaskanmu saat kau jauh. Entah kamu sadar atau tidak, atau bahkan kamu malah menutup mata dari perasaanku karena ku tahu hatimu memang sudah untuk orang lain. Sakit memang berjuang sendirian saat tahu cinta ini bertepuk sebelah tangan, tapi aku tak punya pilihan lain.

Sakit memang berjuang sendirian saat tahu cinta ini bertepuk sebelah tangan, tapi aku tak punya pilihan lain.

Untukmu sahabatku, terima kasih kau telah menjadi sahabat terbaikku selama belasan tahun lamanya. Terima kasih sudah mendengarkan segala keluh kesahku selama ini. Terima kasih kamu sudah selalu ada untukku walau status kita hanya sebagai sahabat dan mungkin untuk selamanya akan selalu begini.

Sahabatku yang ku anggap lebih dari sahabat, sekarang sudah ada lelaki baik yang bersedia menjadi calon imamku, Insya allah. Aku akan belajar untuk mencintainya dan mengikhlaskanmu sebab akhir dari segala perjuanganku mencintaimu dalam diam adalah mengikhlaskanmu dengan yang lain. Seperti yang pernah kamu bilang padaku dulu, sebelum menikah kita harus belajar mencintai karena dalam pernikahan mencintai itu harus dua arah. Oleh karena itu, aku akan ikhlas melepasmu dan belajar mencintai imamku.

Aku akan belajar ikhlas melepaskanmu via pexels

Sahabatku yang ku cintai lebih dari sekedar teman, mungkin kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama karena kita belum atau tidak berjodoh. Semoga setelah kau membaca surat ini, kita tetap berteman yah. Semoga kelak kamu juga dipertemukan dengan makmum-mu.

Dari Aku,
Sahabatmu yang mencintaimu dalam diam

 

Tulisan ini kiriman dari seseorang yang tidak ingin disebutkan namanya.

Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Ditulis oleh Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Lihat profil lengkap