Yakin Emansipasi Itu Kesetaraan Gender?

besoksenin.co – Emansipasi akan semakin ramai dibahas menjelang hari Kartini. Sebagian besar akan menyerukan bahwa wanita memiliki hak untuk berperan di berbagai posisi yang umumnya ditempati oleh pria. Menurut KBBI emansipasi berarti pembebasan dari perbudakan; persamaan hak dalam berbagai aspek kehidupan. Perlu digaris bawahi bahwa emansipasi menitikberatkan pada persamaan hak bukan peran.

Kisah pahlawan Nasional Kartini pun tentu sudah tidak asing lagi di telinga kita. Bagaimana perjuangan beliau dalam memperjuangkan hak wanita pribumi agar bisa merasakan bangku pendidikan. Ketika itu wanita tidak diperbolehkan bersekolah kecuali yang berada di lingkungan bangasawan, itupun hanya sampai sekolah dasar dan setelahnya menjalani pingitan sampai dipinang. Sedangkan laki-laki bisa lebih leluasa untuk mencicipi jenjang pendidikan setinggi mungkin, padahal rekan-rekan wanita dari Belanda bisa mendapatkan hak pendidikan layaknya laki-laki. Hal ini menginspirasi Kartini membangun sekolah untuk wanita pribumi.

Wanita bisa mendapatkat hak yang sama dengan pria
Wanita bisa mendapatkat hak yang sama dengan pria

Di sini bisa kita lihat bahwa emansipasi wanita yang dimaksud adalah mendapatkan persamaan hak bukan persamaan peran atau biasa dilabeli kesetaraan gender. Benar adanya bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk mengambil peran tertentu. Misal seorang ibu memiliki pekerjaan di luar rumah atau ayah mengambil peran untuk menjaga anak, semuan itu sah-sah saja jika sesuai dengan kebutuhan. Tapi tentunya tanpa mengabaikan kodrat yang melekat.

Wanita terlahir dengan sifat perasa yang dominan cocok untuk mengasuh anak
Wanita terlahir dengan sifat perasa yang dominan cocok untuk mengasuh anak

Mengapa hanya perempuan yang bisa melahirkan?. Kenapa laki-laki tubuhnya lebih kuat?. Perasaan identik pada perempuan pemikir identik dengan laki-laki, apakah stigma atau kodrat?. Inilah kodrat sobat bsco. Tuhan dengan begitu sempurna menciptakan perempuan dan laki-laki dengan perbedaan yang saling melengkapi.

Seorang ibu yang melahirkan dibekali sifat perasaan, agar secara naluriah bisa mencurahkan kelembutan bagi sang anak. Seorang ayah memiliki ketangguhan fisik dan pemikiran yang logis, sehingga bisa melindungi anggota keluarga dengan segala pertimbangan terbaiknya. Bukan melarang adanya kesamaan hak  mengambil peran, tapi renungkanlah kodrat masing-masing.

Teruntuk Para Wanita, Renungkanlah!

Bolehkah seorang wanita bekerja? tentu tidak ada yang bisa melarang apalagi terdesak kebutuhan. Tapi ketika ia kemudian bertambah peran sebagai ibu, apakah meninggalkan pekerjaannya merupakan kemunduran dari emansipasi wanita ataukah memang kodratnya?. Apakah menjadi seorang ibu rumah tangga artinya tidak bisa belajar setinggi mungkin?. Bukankah mendidik anak artinya mempersiapkan generasi penerus dan tentunya memerlukan bekal ilmu seluas mungkin?. Wahai wanita terus ambil berbagai kesempatan untuk menambah ilmu untuk menguatkanmu agar tidak diperbudak dan dianggap tidak berdaya. Tapi jangan pernah menjadikannya sebagai tameng kesombongan yang lantas digunakan untuk berbalik merendahkan pihak lain.

Facebook Comments

Post Author: rekhoni

penikmat langit tak banyak bicara.