Home > opini > Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Perdebatan Nama Bandara Kertajati

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Perdebatan Nama Bandara Kertajati

besoksenin.co – Beberapa bulan lagi akan beroperasi, perdebatan muncul mengenai nama yang pas untuk Bandara Kertajati. Berbagai usulan nama perlahan naik ke publik. Tidak lupa, berbagai pendapat yang sifatnya menguatkan ikut memanaskan bursa penamaaan bandara yang digadang-gadang akan mampu mengurangi beban Bandara Soekarno-Hatta ini.

Salah dua yang mengusulkan untuk nama Bandara Kertajati adalah Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (Inkindo) dan Sultan Kasepuhan Cirebon, PRA Arief Natadiningrat. Inkindo yang merupakan inisiator Pembangunan Bandara Kertajati mengusulkan 3 nama, yakni Bandara Internasional Kertajati, Bandara Internasional Siliwangi, dan Bandara Internasional B.J Habibie. Sedangkan nama Bandara Prabu Siliwangi, Bandara Sunan Gunung Jati, Bandara Jawa Barat, dan Bandara Kertajati merupakan usulan Sultan Kasepuhan Cirebon.

Bandara Internasional Kertajati
Bandara Internasional Kertajati via bijb.co.id

Tidak lupa, dua pahlawan asal Majalengka juga ikut meramaikan bursa penamaan Bandara Kertajati. Nama K.H Abdul Halim disinggung oleh gubernur Aher ketika melakukan peninjauan ke Bandara kertajati (02/04/2018). Dia menyebutkan bahwa tidak keberatan bila K.H Abdul Halim menjadi nama Bandara Kertajati. Usulan lain datang dari Pemkab Majalengka. Hal ini disampaikan oleh Sutrisno di kompleks Bandara Kertajati Seperti dilansir dari tempo.co.

Baca juga : Abdul Halim diusulkan jadi nama bandara

“Kami mengusulkan nama bandaranya Bagus Rangin. Ini adalah pejuang kemerdekaan di abad ke-17. Itu pergerakannya di wilayah Cirebon sampai ke Sumedang, Subang, Purwakarta dan Karawang. Beliau panglima perang Kesultanan Gunung Jati,”. Ungkapnya pada hari Selasa 17 April 2018.

Belum ada tanggal pasti, kapan nama Bandara Kertajati diumumkan secara resmi. Sebelum melangkah ke sana, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan terkait penamaan bandara yang perlu sobat bsco ketahui.

Pertama, nama bandara mewakilkan identitas suatu orang yang menjadi panutan di daerah tersebut. Tidak sedikit daerah di Indonesia yang menggunakan nama pahlawan sebagai nama bandaranya, seperti Sultan Baabullah Ternate, Haluoleo Kendari, dan masih banyak lagi. Usulan nama pahlawan yang sudah disebutkan bisa masuk dalam kategori ini, namun bila melihat lebih spesifik lagi, nama K.H Abdul Halim dan Ki Bagus Rangin sangat patut dipertimbangkan. Kedua nama tersebut merupakan pahlawan asal Majalengka, berbeda dengan nama lainnya yang secara luas merupakan pahlawan asal Jawa Barat.

Seperti kata orangtua kalau mencari jodoh, buat apa cari yang jauh-jauh, kalau yang dekat juga ada.

Ada pendapat lain yang mengusulkan nama Sunan Gunung Jati. Alasannya adalah tanah Bandara Kertajati merupakan tanah Kasepuhan Cirebon. Namun, pendapat ini dipatahkan oleh akun instagram @infobijb.

Jawaban dari @infobijb
Jawaban dari @infobijb via @wandiaguss

Menurut hemat penulis, secara sejarah mungkin tanah tersebut berada di bawah Kasepuhan Cirebon. Namun secara administratif, saat ini tanah tersebut milik pemprov Jabar yang dibeli dari masyarakat setempat.

Kedua, nama bandara menggambarkan semangat kemajuan bagi negara dan bangsa. Dari usulan nama yang sudah disebutkan, nama B.J Habibie sepertinya cocok dalam hal ini. Meskipun bukan berasal dari Jawa Barat, nama mantan presiden Indonesia ini sangat mendunia. Dengan segudang prestasinya dalam dunia penerbangan, tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan namanya sebagai nama Bandara Internasional Kertajati.

Ketiga, nama bandara menggambarkan identitas yang secara langsung mencirikan tempat berada. “Kertajati International Airport” adalah nama yang pas menurut point ini, secara spesifik menyebutkan nama daerah bandara berada. Mengapa tidak “Bandara Internasional Kertajati”, “Bandara Internasional Jawa Barat”, atau “West Java International Airport”? jawabannya adalah branding.

Bandara Internasional Lombok yang berubah menjadi Lombok Internasional Airport adalah contoh nyata. Diungkapkan oleh GM Angkasapura saat itu, kata airport dianggap lebih dikenal luas oleh masyarakat, baik nasional maupun internasional.

Nama Kertajati juga lebih spesifik menggambarkan tempat bandara berada ketimbang Jawa Barat/West Java.

Yang terakhir dan paling penting adalah penamaan bandara harus bisa diterima seluruh kalangan. Sedikit mengenang masa lalu *cie* ketika perdebatan nama Bandara Kualanamu, Medan. Ada lima nama yang diusulkan, empat diantaranya adalah nama pahlawan/tokoh daerah maupun suku tertentu.

Yang terakhir dan paling penting adalah penamaan bandara harus bisa diterima seluruh kalangan.

Polemik muncul karena masing-masing pengusul tokoh yang hendak dijadikan nama bandara sama-sama memiliki argumen kuat dan makin hari terus meruncing. Akhirnya Pemkab Deli Serdang mengusulkan nama Kualanamu. Dalam usulannya, Nurdin lubis mengungkapkan salah satu alasannya adalah menghindari konflik antar masyarakat yang mengusulkan nama bandara yang berbeda.

Menurut kalian, nama mana yang paling pas untuk Bandara Internasional Kertajati? atau sobat bsco punya usulan lain?

Facebook Comments

About Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Check Also

Pejabat ketika meninjau progress Bandara Internasional Kertajati

Tarik Ulur Penerbangan Haji di Bandara Internasional Kertajati

besoksenin.co – Jauh hari sebelum beroperasi, ada alasan mengapa pembangunan Bandara Internasional Kertajati dicanangkan agar …