5 Bingkai Kenangan di Sekolah Dasar Untuk Generasi 90-an

Masa-masa menyenangkan via edupost.id

besoksenin.co – Waktu berjalan begitu cepat, tanpa kita sadari banyak momentum yang terlewat. Salah satunya adalah momen ketika duduk di bangku sekolah dasar (SD), satu zaman​ dimana kita masih sering mengkonsumsi fr*tang beku, ciki gu*tur atau ciki fuj*yama. Generasi micin tahun 90-an mungkin masih dengan mudah dapat mengingatnya. Meskipun telah berlalu, sekolah selalu memberi kita pelajaran ataupun pengalaman, entah dikelas ataupun di lingkungannya, dengan cara tersirat ataupun tersurat. Salah satunya adalah di SD.

Mengingat tentang masa lalu, tentunya juga tak lupa tentang kenangan yang tak terlupakan. Berbeda dengan SMA dan kuliah, di sekolah dasar tidak jumpai rasa sakit karena ditinggal mantan, tidak juga kita temukan kisah cinta yang kandas karena restu orang tua, yang kita temukan hanyalah ketulusan dan kebahagiaan tanpa beban. Satu kesedihan terbesar pun hanyalah iuran untuk membeli temulawak, itu juga terjadi karena kalah taruhan bermain bola dengan SD sebelah.

Nah untuk yang rindu, mari kita susun rapi bingkai-bingkai kenangan itu agar menjadi album masa-masa SD yang sulit dilupakan.

1. Cek kerapihan setiap mau masuk kelas

Menunggu giliran viia republika

Sebelum memasuki kelas biasanya ketua murid merapikan barisan

siaaaap… grak!”

lencang depaaaan… grak!”

Untuk beberapa siswa, momen ini adalah kejadian yang menakutkan. Pasalnya, kerapihan dicek dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan untuk yang lupa merapihkan kuku kadang reflek memotongnya dengan gigi, bahkan tidak sedikit murid yang panik sampai menelannya. yaa.. setidaknya tidak menelan kenyataan pahit hidup sendirian karena ditinggal pasangan.

Demi tidak dimarahi guru, sampai rela mengigit kuku

2. Mata pelajaran renang, tapi perlengkapan seperti mau botram

Perlengkapan botram via pexels

Beberapa kasus seperti ini terjadi di sekolah dasar yang tidak menyediakan fasilitas kolam renang. Alhasil, mata pelajaran renang pun dilakukan di tempat umum. Biasanya informasi ini diberitahukan guru satu minggu sebelum pelaksanaan dimulai dan lucunya ada yang sampai membawa ransel tambahan. Khusus untuk menyimpan makanan ringan, bahkan ada juga yang membawa rantang dan mie instan sebagai bekal makanan. Padahal waktu untuk mata pelajaran ini tidak sampai seharian. hadeuuh.. untung adeq-adeq gemay ini tidak membawa kenangan pahit saat bersama si dia, bisa berabe nanti.

Mata pelajaran renang, tapi yang dibawa rantang sama mie instan.

3. Jam istirahat yang penuh keceriaan

Keceriaan bocah via pixabay

Siswa di era 90-an beberapa mungkin masih belum tersentuh oleh kecanggihan teknologi. Keceriaan yang didapatkan pun biasanya muncul karena permainan tradisional seperti: engklek, bebentengan, petak umpetatau permainan tradisional lainnya. Biasanya permainan ini dilakukan di jam istirahat, dan jadi momentum yang pas untuk siswa nakal agar bisa telat masuk kelas, karena punya alasan.

“ya habisnya aku kalo main gampang banget ketahuan, Bu, jadi aja ngumpetnya jauh, sampai Argentina. Biar ga ketangkap sama yang jaga.”

Sembunyi di Argentina agar tidak tertangkap sama yang jaga.

4. Buang air besar di kelas

Mediasi menahan mules via pixabay

Beban sekali untuk siswa yang pemalu ketika sakit perut. Biasanya hal ini terjadi kepada siswa kelas satu atau kelas dua karena masih berada ditahap adaptasi. Biasanya, untuk minta izin buang air kepada guru takut ditertawakan oleh siswa satu kelas. Akhirnya beberapa siswa terpaksa menahannya sampai tidak sedikit mengalami kejadian tragis. Yap, kejadian buang air besar di kelas pun tidak bisa dihindari.

Salah satu kejadian tragis di SD adalah buang air besar di celana

5. Duduk rapi agar bisa pulang duluan.

Menunggu pulang via pixabay

“seperti biasa ya anak-anak, untuk yang rapi ibu tunjuk untuk pulang duluan.”

Mendengar suara seperti itu, kontan keadaan satu kelas pun hening. Suasana yang terjadi pun sangat menegangkan dan seperti sebuah kebanggaan tersendiri jika pada akhirnya ditunjuk oleh guru untuk pulang duluan. Rasanya dada berdetak tak menentu, rasa ini mungkin sama berdebarnya dengan mendengar jawaban dari si dia yang mengatakan “ya, aku mau! dengan lantang.

Pulang duluan adalah salah satu prestasi anak SD

Itulah beberapa kepingan mozaik masa sekolah dasar yang bikin kita rindu untuk kembali mengulangnya. Buat sobat bsco yang punya kenangan yang sama atau ingin berbagi cerita, tulis di kolom komentar yaa!

Editor: Kuntum Mutia Umami

Tinggalkan Komentar