Apa sih Bedanya Pacaran sama Ta’arufan?

Jangan lama-lama lihatnya, bisi baper, via berita.suaramerdeka.com

“Neng, mau gak jadi pacar abang?”

“Neng, ta’arufan yuk!”

Besoksenin.co – Pacaran merupakan sebuah fenomena alam yang sulit dihindarkan. Mulai dari anak-anak, remaja, sampai dewasa adalah pelakunya. Pernah dengar berita tentang anak SD yang ditolak cintanya kemudian melakukan percobaan bunuh diri? Atau mungkin pernah baca status-status alay mereka di jejaring sosial? Seperti, “Kamu jangan berubah yah sayang, jangan sia-siain aku, jangan marah-marah lagi, jangan bikin aku cape hati, jangan genit-genit sama cewe lain, jangan egois, jangan pindah ke lain hati. Aku sayang kamu”. Itu anak SD loh yang nulis. Gimana gak miris coba bacanya.

Ironi sekali, ketika pacaran yang merupakan jalan bebas hambatan menuju zina sudah dijadikan gaya hidup bagi mereka. Katanya, pacaran itu adalah proses pencarian kecocokan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Faktanya, mereka pelaku pacaran justru yang masih berseragam sekolah. Yakin udah siap nikah? Padahal, kalau memang tujuannya untuk menikah, kenapa gak ta’arufan aja? Tapi hati-hati ya Sob, “ta’aruf” itu bukan kata ganti dari “pacaran islami”. Dalam Islam, gak ada yang namanya pacaran, sekalipun namanya adalah pacaran islami. Bullshit!

Lalu apa bedanya “pacaran” dengan “ta’arufan”? Melansir dari www.islampos.com, ada 5 perbedaannya, check it!

1. Tujuan

Kutikung kau dengan ijab sah, via www.infoyunik.com

– Ta’aruf : Saling mengenal satu sama lain dengan calon suami/istri. Harapannya, ketika terdapat kecocokan diantara keduanya, langsung lanjut ke pelaminan *eaaaa.

– Pacaran : Saling mengenal satu sama lain. Ketika terdapat kecocokan, berlanjut menjalin hubungan pacaran, dengan tujuan yang belum jelas (jalani aja dulu atau lanjut ke pelaminan yaa)

2. Waktu Dimulai

Waktunya dimulai dari……sekarang, via www.telegraph.co.uk

– Ta’aruf : Ketika kita sudah merasa bahwa menikah itu suatu kebutuhan, serta sudah siap secara fisik, mental, finansial, dan ilmu.

– Pacaran : Tidak mengenal usia. Mulai dari anak-anak, remaja, dewasa, bahkan yang sudah menikah pun masih hobi berpacaran. Hobi apa doyan?

3. Pertemuan

Kapan abang ke rumah, ketemu papah-mamah, via portalpilihan.blogspot.co.id

– Ta’aruf : Dilakukan di rumah sang calon atau di tempat lain yang tidak melanggar syari’at. Tentunya dengan ditemani mahram/wali agar tidak menimbulkan fitnah.

– Pacaran : Dilakukan di mana saja, di tempat sepi maupun ramai. Kalau pacaran ditemani orang tua, yakin bakal ada? Bukannya pacaran mah enaknya berdua-duaan saja?

4. Masa Waktu (lamanya)

Segerakan tapi jangan tergesa-gesa, via www.tickcounter.com

– Ta’aruf : Ketika keduanya sudah benar-benar yakin dan informasi yang didapat sudah cukup. Bisa seminggu, sebulan, atau 3 bulan, langsung persiapkan pesta pernikahan.

– Pacaran : Bisa seminggu, sebulan, setahun, bahkan berpuluh-puluh tahun. Itu pacaran atau bayar cicilan?

5. Saat Tidak Ada Kecocokan

Kalau gak cocok, jangan kecewa karena Allah sudah menyiapkan jodoh yang tepat buat kamu, via cahayahipnoterapi.com

– Ta’aruf : Salah satu pihak bisa menyatakan ketidakcocokan. Tentunya dengan alasan yang syar’i dan dengan cara yang disyari’atkan, sehingga tidak menyinggung atau menyakiti perasaan kedua belah pihak.

– Pacaran : Salah satu pihak bisa memutuskan hubungan, dengan alasan perselingkuhan, LDR-an, atau karena perasaannya yang sudah expired (alias udah bosen). Mungkinkah mutusinnya dengan cara yang baik-baik? Mungkin saja, tapi sedikit. Kebanyakan mah setelah putus, malah musuhan atau pura-pura gak kenal tea geuning.

So, abang pilih yang mana? Ta’arufan atau Pacaran?

“Coba, kenapa orang setelah menikah ada yang selingkuh? Karena sejak muda dia sudah terbiasa dengan pacaran. Bukankah selingkuh dan pacaran itu hubungan yang sama-sama terjalin di luar pernikahan? Think it!”

Tinggalkan Komentar