Folk, Aliran Musik yang Wajib Nangkring di Playlist Kamu Ketika Pikiran Mulai Penat

besoksenin.co – Musik, adalah sebagian dari hidup yang mampu melambangkan segala perasaan manusia. Musik dapat mewakili segala bentuk emosi lewat nada yang dijadikan sebuah lagu. Ketika sedang penat, bosan, jenuh dengan beribu aktivitas yang tiada habisnya, mendengarkan musik adalah penawarnya. Apalagi jika ditemani dengan kenangan masa lalu secangkir kopi di sore hari.

musik folk via pexels

Bagi penikmat dan pegiat musik, pasti sudah tak asing lagi jika mendengar kata folk. Yap! folk, aliran musik ringan yang membawa kita hanyut kedalamnya. Hampir serupa dengan musik indie, folk juga tak melulu bicara soal percintaan, musik ini memang diciptakan sebagai musik yang menggambarkan tentang isu dan kehidupan sehari-hari yang diramu secara sederhana sehingga menghasilkan karya yang cukup sempurna.

Folk sendiri dapat diartikan dalam dua kesatuan musik yang berbeda. Musik Folk dapat diartikan sebagai musik tradisional kerakyatan yang penuh dengan kesederhanaan dan keseharian dalam lagunya. Ciri khas dari musik folk sendiri biasanya mendayu-dayu, dengan lirik yang diubah sesuai dengan keinginan diri sendiri. Penyanyi dan grup musik yang beraliran folk diantaranya adalah Banda Neira, Fiersa Besari, Payung Teduh, Tiga Pagi, Silapukau, Danilla Riyadi dan masih banyak lainnya.

Musik folk via pexels

Musik folk pertama kali muncul pada pertengahan abad ke-20, atau yang lebih dikenal dengan nama the (second) folk revival atau contemporary folk music yang mencapai puncak kejayaannya di era 60-an. Genre inilah yang saat ini kita sebut sebagai aliran folk. Pada era ini, aliran musik folk mulai dikombinasi dan memunculkan genre fusion baru, diantaranya yaitu folk rock, folk pop, electric folk dan lain sebagainya.

Musik folk yang sering kita dengar saat ini adalah contemporary folk music. Figur yang paling terkenal dalam CFM ini adalah Woodie Guthrie. Beliau merupakan pionir dari contemporary folk music. Beliau mulai merekam lagunya pada era 40-an setelah tiba di New York. Ciri khas dari Woodie Guthrie adalah tulisan “This Machine Kills Fascist” pada gitarnya. Banyak penyair dan penulis yang merasa mendapat pengaruh besar dari Woodie, contohnya saja Bob Dylan dan Joe Strummer.

Di Indonesia, musik folk sendiri mulai dikenal pada zaman Gordon Tobing tahun 60-an. Mungkin kakek atau nenek kalian yang gaul pada masanya akan kenal dengan musik-musik Gordon Tobing, ada pula Kwartet Bintang, Prambors, Trio Bimbo, Geronimo dan Noor Bersaudara. Sedangkan, pada era 70-an hingga 80-an mulai bermunculan musisi-musisi beraliran folk lainnya. Contohnya saja Iwan Fals, Franky and Jane, Ebiet G. Ade dan masih banyak lagi.

Batasan mendasar untuk musik folk sendiri cenderung tidak jelas kaya hubungan kita. Sama halnya ketika publik mempertanyakan tentang aliran musik Iwan Fals atau Ebiet G. Ade, banyak pendapat bermunculan terkait hal itu. Ini disebabkan karena musik yang mereka mainkan memiliki karakteristik unik dan jarang dijumpai, sehingga musik mereka sulit diputuskan berada pada aliran musik yang lazim dikenal.

Begitulah folk adanya, lantunan dan sensasinya lebih mirip de Javu, sangat akrab namun begitu sulit dikenali. Alasan yang lazim untuk menjawabnya yaitu bahwa folk beribu kali lipat lebih tua dari pelaziman aliran itu sendiri. Mereka bilang, “Folk adalah orang tua yang baru diberi nama”.

 

Editor : Riza D. Januar

1 komentar untuk “Folk, Aliran Musik yang Wajib Nangkring di Playlist Kamu Ketika Pikiran Mulai Penat”

Tinggalkan Komentar