Hai Kamu, Ada Salam Dari Si Pengumpul Aksara!

paras yang menyejukan via pixabay

besoksenin.co –

Sejak malam itu, pertama kalinya aku melihat parasmu yang menyejukan. Sorot mata yang tenang dan menyenangkan, serta senyum indah yang merekah telah berhasil mencuri perhatianku, membuat aku kehilangan konsetrasi dan menggoyangkan perasaan yang ku miliki.

Hai, cantik. Bolehkah aku mengenalmu?

Rasa penasaran ini tidak pernah hilang, sehingga aku memberanikan diri untuk mencari jalan agar dapat berkomunikasi denganmu, dan pada akhirnya aku mendapatkan itu. Beberapa topik percakapan telah aku lempar, percakapan yang terjadi pun berjalan dua arah. Namun aku malu pada diriku sendiri yang selalu berbenturan dengan waktu, sehingga tak kunjung menemuimu, padahal akupun tahu jika kau mempertanyakan itu.

Haruskah aku membengkokkan waktu agar bisa bertemu denganmu?

lukisan menawan via @hilmiiaziiz

Banyak makna yang tersimpan dibalik lukisan yang menawan, seperti halnya raut parasmu yang rupawan tersimpan ribuan harapan yang ingin aku wujudkan.
Kau pun nampak seperti hologram, bisa kulihat namun tak bisa disentuh. Walaupun hadirmu kurasakan, tapi mungkin kamu diciptakan tidak untuk kudapatkan.

Pada puisi aku mengadu,
tentang malam itu di kampus biru,
kepada wanita yang menggangu pandanganku
dan mencuri perhatianku.

Aku hanya berharap, di manapun kamu berada, semoga kamu dapat menerjemahkan apa yang tak mampu aku ucapkan dengan kata-kata. Namun ketahuilah, aku bertanggung jawab atas segala rasa yang ada. Semoga kita segera bertegur sapa di dunia nyata.

Salam hangat dari pengumpul aksara tak bernyawa, yang hanya bisa menjadikannya sebuah kata. Aku harap kamu dapat membuatnya bernada, sehingga kita bisa melantunkannya menjadi nyanyian indah yang menceritakan kisah bahagia.

Editor : Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Tinggalkan Komentar