Hari Bersejarah untuk Dunia Perkopian Majalengka, Kompetisi Manual Brewing Berhasil Diadakan Pertama Kalinya!

Tarung Seduh 2017, kompetisi manual brewing pertama di Majalengka via roakrak kofi

besoksenin.co – Sebuah sore di hari minggu (21 Mei 2017) akan menjadi sebuah sore yang dicatat dengan tinta emas di dalam sejarah dunia perkopian Majalengka. Untuk pertama kalinya, kompetisi manual brewing diadakan di kota ini. Event yang bertajuk Tarung Seduh ini diinisiasi oleh Roakrak, Kopi Apik, dan Bengkel Kopi D’Brework. Bagi sobat bsco yang belum mengetahui, manual brew adalah teknik menyeduh kopi tanpa menggunakan mesin. Gerak tangan si barista ini yang menjadi daya tarik kompetisi ini.

Menurut Arie Bachtiar, juri di kompetisi tersebut. Kegiatan ini memang sudah diwacanakan dari barista rumahan, dan beberapa coffee shop jauh-jauh hari. Para pejuang kopi ini menyadari bahwa Majalengka harus mengadakan kompetisi manual brewing, karena termasuk ketinggalan di wilayah Cirebon untuk urusan perkopian ini. “Akhirnya, kita sebagai para pelaku bisnis kopi mencoba memberi support, kita membawa misi agar mengenalkan, bahwa coffee shop di Majalengka ini sedang bergairah tumbuh. Kita (sesama barista) akan saling mengenal, sharing, antar coffee shop tentang pengetahuan kopi. Tujuan akhrinya, Majalengka ini punya prodak kopi. Kenapa tidak dikenalkan ke masyarakat Majalengka sendiri?” tutur Arie.

Pemuda yang juga pemilik Roakrak Kofi ini memberikan informasi, bahwa Majalengka juga memiliki produk kopi seperti di Sadarehe, Sukadana, dan Sindangwangi. Bisa jadi malah masih banyak, namun belum berhasil kita ketahui, “Kita perlu mengenalkan dan mengoptimalkan kopi di Majalengka ini,” tambahnya.

Tarung Seduh 2017 yang dimulai pukul 14.00, berlangsung seru hingga larut sampai jam 22.00. Diikuti 24 barista, 1 Sumedang, 6 Cirebon, sisanya Majalengka. Bahkan ada barista dari Tasikmalaya yang sudah mendaftar, namun harus mengurungkan niatnya, karena kuota peserta sudah habis. Tarung Seduh menghasilkan keputusan, Mahadika sebagai juara pertama. Bimo Jati Kusumo runner up, dan Maulana Firmansyah di tempat ke tiga. Semua barista ini berasal dari Majalengka. Ini adalah fakta lain, keuntungan lain dari berhasilnya terselenggaranya kompetisi manual brewing ini, ternyata kota kita memang dipenuhi orang-orang berbakat, termasuk di dunia perkopian, atau dalam hal ini kita sebut barista.

Mahadika berhasil keluar menjadi juara pertama, via roakrak kofi

“Ternyata antusiasme barista di Majalengka itu cukup tinggi. Tadinya untuk wilayah Majalengka, tapi antusiasme dari luar kota cukup banyak. Padahal kita hanya publikasi di media sosial yang kita optimalkan,” ujar Arie. Pada kenyataanya, ternyata para barista Majalengka ini sudah saling mengenal, akhirnya mereka mengobrol, bisa disebut juga ajang ini menjadi ajang silaturahmi barista Majalengka.

Kepada besoksenin.co, Arie menyebutkan bahwa saat ini dunia perkopian Majalengka sedang dalam masa pertumbuhan dan cukup pesat. Ia memprediksikan dalam waktu dekat, mungkin setahun ke depan Majalengka bakal dipenuhi coffee shop. Sekarang saja, kafe yang sudah menyediakan kopi tidak kurang dari 6 hingga 7, total data 17. Bahkan di pinggiran juga ada, contohnya sebuah coffee shop di Warung Jambu atau di Ranji Jatiwangi.

Daftar peserta dan skor hasil kompetisi Tarung Seduh 2017 via roakrak kofi

Arie berharap, even ini bisa menguji kemampuan para barista dari  Majalengka. secara personal atau individu untuk pengujian kemampuan. Kedua, silaturahmi antar barista, berbagi ilmu, kalau juara jadi prestasi yang secara otomatis jadi nilai jual buat barista itu sendiri. “Untuk masyarakat dengan adanya event seperti ini, harapannya masyarakat antusias atau penasaran, Untuk menyaksikan, sehingga tahu, menyeduh kopi ini tidak semudah buka sachet, lalu mencampur air panas. Untuk kopi yang enak kan ada teknik tertentu. Jadi, jangan sampai orang itu ragu mencicipi kopi. Karena mereka itu tidak suka dengan pahitnya, karena tidak selalu kopi itu benar-benar pahit., Jadi harus berani mencoba kopi, dan dengan kopi itu tidak selalu menjadi sumber penyakit, selama kita melakukan penyeduhan yang baik dan porsi yang baik.”

Memang, fungsinya teknik menyeduh itu supaya menghilangkan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh, contohnya asam. Jadi, jangan ragu untuk minum kopi yang diseduh dengan baik dan benar, ya.

Budaya minum kopi tidak bisa lepas dengan kebudayaan manapun, termasuk di negeri dan kota kita tercinta, maka sudah saatnya kita membuka mata. Maju terus dunia perkopian Majalengka.

 

Tommi Pringadi

Making history

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan