Inilah 10 Hal yang Bikin Alumni Nesama Gagal Move On dari Masa Putih-Birutua

besoksenin.co – Kata siapa masa sekolah yang seru itu cuma masa putih-abu? Putih-birutua juga seru. Apalagi kalau mengenang bersekolah di SMP paling tua se-Majalengka. Kira-kira apa, ya, yang bikin alumni SMP Negeri 1 Majalengka ingin kembali memakai seragam putih-birutua?

1. Guru

Guru unggul juga gaul via Eka Yuliatika on Facebook

Gimana kalo sobat bsco punya guru yang super unik? Masih ingat siapa guru yang suka mengelitik telapak tangan saat bersalaman? Atau, yang suka bilang “lingtay” ketika merasa greget? Atau juga, guru yang selalu disebut si tangan setan karena terlalu kreatif? Atau, guru yang selalu nyentrik dengan khas Sunda-nya? Oya, satu lagi. Ingatkah kamu pada guru yang jalannya cepat? Sedetik di sini, sedetik di sana. Mungkin, beliau punya kagebunshin no jutsu.

2. Makanan Kantin

Cimol basah ini selalu hits dari waktu ke waktu – cimol basah via cookpad

Jangan ngaku alumni kalau belum ngerasain sensasi berdesakan kayak nonton konser di kantin. Banyak makanan dan minuman yang ditawarkan di sini. Dari mi goreng mang Oji, bakso, sampai cimol basah yang fenomenal. Kadang, kantin juga sebagai tempat pelarian jam kosong.

3. Mading Kamar Mandi

Tembok jadi buku diari, ya? – coretan dinding via Pixabay

(nama orang, kelas) sok cantik

Kalian pasti ingat bahwa di sana terdapat mading yang rubriknya perihal curcol, caci maki, atau komentar tanggapan yang sok bijak. Biasanya, peminat terbanyak adalah ciwi-ciwi gabut yang bawa correction pen atau spidol ke kamar mandi.

4. Ruang-ruang Penting Siswa

Semoga nanti UKSnya ada AC, ya – ruang UKS via alatkesehatan(.)id

Siapa yang rajin ke perpustakaan selama masa putih-birutua? Jujur saja, sobat bsco alumni Nesama pasti lebih memburu novel ketimbang buku pelajarannya. Novel baru masuk aja seminggu kemudian sampulnya udah lepas, sedangkan buku pelajaran masih rapi. Sungguh murid yang sangat apik. Selain itu, pernah ke mana lagi? Ke ruang OSIS? Ke ruang ekskul? Ke kopsis cuma buat beli LKS? Atau, ke ruang UKS cuma buat tidur-tiduran sampe tidur beneran?

5. Ekstrakurikuler

Pasukan homogen Putri PUSAKA; kumpulan ciwi-ciwi idaman sepanjang masa – via dokumen pribadi Nadila

Setiap ekskul punya ciri khasnya masing-masing, loh. Masih ingat? Anak paskibra biasanya jaim, anak PKS biasanya pada kalem, anak PMR selalu terlihat ramah—yaiyalah, kalo gak ramah nanti yang sakit malah tambah sakit. Ekskul olahraga juga gak mau kalah ternyata, banyak kejuaraan yang diraih. Dari cabang olahraga darat mau pun olahraga air. Yang dulunya ikutan ekskul, pasti ga sia-sia dan ilmunya tentu aja bisa terpakai.

6. Tradisi sorak lapangan

Sambil nongki cantik dan bertengger—biasanya kelas di lantai atas—di depan kelas, murid Nesama akan mendadak menjadi jahil ketika jam istirahat atau hari bebas. Salah satunya adalah dengan melempar sepatu atau benda orang lain ke tengah lapangan. Saat pemiliknya hendak mengambil ke tengah lapang, suasana jadi riuh karena sorakan dan tepuk tangan meriah dari berbagai sudut.

7. Kegiatan keagamaan

“7x, kosong. 7y, kosong. 7z, kosong.”

Masih terngiang-ngiang suara itu, kan? Pengumuman apa coba? Yup! Infaq mingguan dari tiap kelas. Mengaku saja, pasti membandingkan jumlah infaq kelas sendiri dengan yang lain. Selain infaq, Nesama juga hits dengan program kuliah duha dan salat berjamaahnya. Pernah kuliah duha sampai di teras masjid? Kuliah duha ini hanya dilaksanakan hari Minggu, itu pun hanya dari jam delapan pagi hingga jam 10 pagi. Atau, pernah gagal kabur ketika keputrian? Salat Jumat di masjid sekolah? Hal itu disebabkan oleh pengurus OSIS sudah berjaga di gerbang utama yang mendadak dibenci ketika hari Jumat. Iya, kan?

8. Razia

Jika ada panggilan pengurus OSIS untuk kumpul, apa yang sobat bsco alumni Nesama pikirkan? Takziyah? Atau, razia? Nah, loh. Biasanya, para terdakwa yang melanggar aturan akan ditindak, seperti kaus kaki atau sepatu yang tidak sesuai akan dibawa sebelah. Pembawa ponsel akan kelabakan mencari tempat rahasia seperti belakang papan tulis, tumpukan alat kebersihan, tumpukan koran di kolong meja sampai ke tempat sampah. Panggilan itu akan biasa saja ketika hari Sabtu yang merupakan hari bebas untuk warga Nesama membawa gadget apapun dan menggunakan lab TIK beserta Wi-Fi-nya kapanpun.

Nesama via @infonesama

9. Ujian, isi soal sekaligus modus

Setiap pertengahan atau akhir semester, warga Nesama akan mendadak mendapat pasangan—untuk ujian. Biasanya akan menjadi meriah sekali ketika menjelang menit terakhir ujian. Ada yang pinjam penghapus, kertas kotretan orang lain, sapai pulpen yang tak pernah kembali. Saat ujian, banyak juga yang baper, yang cinlok karena disandingkan dengan partner ujian yang hits atau (lumayan) cakep.

10. Pegawai TU

Siapa yang suka isi spidol ke TU? Pasti tau, dong, siapa aja yang ada di sana? Kalau bapak berambut klimis yang suka stay di belakang tinta spidol, ingat? Atau, ibu bertubuh besar yang selalu memberikan penghapus papantulis atau spidol yang baru? Jujur saja, kalian hanya mengenalnya dengan sebutan bapak bel, bapak spidol dan ibu penghapus, tanpa tau nama aslinya.

 

Editor : Riza D. Januar

86 komentar untuk “Inilah 10 Hal yang Bikin Alumni Nesama Gagal Move On dari Masa Putih-Birutua”

Tinggalkan Komentar