KKN Daring di Masa Pandemi

Keadaan pandemi, mengharuskan universitas dan mahasiswa menyelenggarakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) secara online. Berdasarkan hal tersebut, UPI merancang KKN gelombang dua yang dilaksanakan pada 17 November 2020 – 17 Desember 2020. Tak terkecuali salah satu mahasiswi semester tujuh yang dibimbing oleh Jojor Renta Marantha, M., Pd. yang saat ini melakukan KKN di kota Purwakarta. Merupakan satu dari mahasiswa jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar UPI Kampus Purwakarta yang mengikuti KKN ini. KKN Tematik PPD Covid-19 sebutannya, pada selasa 17 November 2020 pun dimulai.

Dengan bermacam-macam program kegiatan yang harus dilaksanakan secara individu. Sri sapaannya, harus berusaha dengan sebaik mungkin melakukan program kegiatannya. Antara lain program edukasi penanggulangan dampak Covid-19 dibidang pendidikan yang merupakan program wajib, program edukasi pencegahan Covid-19 sebagai program pilihan pertama, kemudian program edukasi penanggulangan dampak Covid-19 dibidang ekonomi sebagai program pilihan kedua.

Pada program kegiatan wajib terdapat tujuh poin yang harus dilaksanakan, diantaranya memberikan penguatan pembelajaran daring untuk semua mata pelajaran, pendampingan pembelajaran daring siswa untuk semua mata pelajaran, pendampingan orang tua dalam membimbing anak melalui pembelajaran daring untuk semua mata pelajaran, dan yang lainnya. Yang mana hal itu dilakukan pada salah satu jenjang pendidikan saja.

Pada pelaksanaannya Sri melakukan koordinasi dengan salah satu Sekolah Dasar yang ada di Purwakarta yaitu SDN 1 Cikumpay. Ibu Totoh Fatonah, S., Pd. selaku kepala sekolah dengan tangan terbuka menerimanya untuk melakukan KKN didua kelas yang berbeda yaitu kelas tiga dan kelas empat. Hal ini tentu membutuhkan adanya koordinasi dengan kedua guru wali kelas, agar program kegiatan yang dimaksud dapat terlaksana.

Melalui pembelajaran daring yang dilaksanakan setiap hari senin hingga jum’at, Sri mengikuti pembelajaran siswa tersebut. Pembelajaran biasa dilakukan melalui aplikasi Whatsapp untuk memberikan informasi dan pengumpulan tugas, melalui aplikasi Zoom untuk pembelajaran tatap maya, Google Classroom untuk pengumpulan tugas pilihan dan Google Form untuk absensi. Selain itu, pengumpulan tugas bisa melalui penggunaan video. Misalnya, siswa dapat mengirimkan bukti mengikuti pembelajaran olahraga senam dengan mengabadikannya pada video. Hal ini tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya bimbingan dari orangtua siswa tentu saja.

“Pembelajaran daring tentu tidak luput dari sebuah kendala. Misalnya saja, ada orangtua siswa yang hanya memiliki satu gadget. Ketika orangtuanya bekerja, gadget tersebut tentu akan dibawa. Maka siswa baru bisa melakukan pembelajaran sepulang orangtuanya bekerja. Bukan lagi kendala sinyal, saat tatap maya melalui Zoom misalnya. Ketika guru memaparkan kegiatan belajar dan materi, tidak jarang suara guru jadi tidak jelas dan terputus-putus. Meski begitu, hal ini tetap dapat disyukuri karena harapan merasakan kehadiran guru untuk siswa dapat tetap terlaksana.” Ujarnya. Selain pemenuhan program kegiatan wajib, setiap mahasiswa juga perlu menuntaskan program pilihannya. Untuk program pilihan, ia lebih memilih membuat media poster dan video pencegahan Covid-19 untuk dipublikasikan ke media sosial seperti Youtube, Instagram, Whatsapp, dan Facebook. Pemilihan program tersebut, tentu bukan tanpa alasan. Hal ini dengan harapan “Semoga dengan masih banyaknya kampanye pencegahan Covid-19 yang dilihat masyarakat pada media sosial, masyarakat bisa tetap mengingat dan waspada terhadap virus Covid-19 ini” ujarnya.

Artikel ditulis oleh Sri Mulyati

Besoksenin

Majalengka Youth Media. Follow juga @bscomerch dan @besokbaper

Artikel yang Direkomendasikan