Mengambil Pemain Luar Kota Adalah Cara Mendongkrak Prestasi Basket Majalengka, Benarkah?

besoksenin.co – Kualifikasi Pekan Olahraga tingkat Daerah atau lebih dikenal PORDA cabang olahraga basket sudah berlalu hampir satu bulan. Bagi sobat bsco yang belum tahu, kualifikasi Porda adalah pertandingan tingkat wilayah. Kabupaten Majalengka tergabung dengan Kabupaten Kuningan, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon dan Kota Cirebon. Lima kabupaten/kota ini berebut dua tiket untuk bisa lolos dan bertanding di tingkat Jawa Barat.

Tim basket putra Majalengka
tim putra via @alarsy__

Meskipun sudah berjuang secara maksimal, tim Majalengka -baik putra maupun putri-  terhenti di fase grup. Tim putri hanya menorehkan hasil satu kali menang melawan Kabupaten Cirebon. Sedangkan kemenangan tim putra atas Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Kuningan terasa hampa, karena hasil tersebut tidak mampu membawa Majalengka untuk lolos ke fase selanjutnya. Tim kota angin harus puas bertengger dibawah Kabupaten Indramayu dan tim tuan rumah, Kota Cirebon. Nasib mereka sama dengan tim putri yang harus puas berada dibawah Kabupaten Kuningan dan Kota Cirebon.

Tim putri basket Majalengka
Tim putri via @perbasi.mjlk

Beberapa tahun belakangan ini prestasi basket Majalengka memang terasa menurun. Setelah tim basket putra Majalengka membuat kejutan dengan menjadi runner up Pekan Olahraga Pelajar Wilayah ketika menjadi tuan rumah, dan semifinalis Pekan Olahraga Pelajar Tingkat Daerah pada Tahun 2012 di Bandung, praktis nama Majalengka bak roket yang kehabisan bahan bakar. Jangankan tingkat Jawa Barat, di tingkat wilayah, Majalengka sulit bersaing dengan Kota Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

Cukup nostalgianya, kita kembali ke tim Basket Majalengka yang berlaga di PORDA kemarin. Selain hasil yang didapat, ada hal menarik yang sayang untuk dilewatkan kayak presenter infotainment. Dari seluruh pemain yang berangkat, ternyata ada beberapa pemain yang bukan asli dari Majalengka.  Mereka berasal dari Kota Bandung, Kota Depok, Kota Jakarta dan Kabupaten Sukabumi. Tim Putra menggunakan jasa tiga pemain, sedangkan tim putri dua. Ini menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan pemain Majalengka?sehingga tim manajemen memutuskan untuk mengambil pemain dari luar kota?

Ini menimbulkan pertanyaan, ada apa dengan pemain basket Majalengka? sehingga tim manajemen memutuskan untuk mengambil pemain dari luar kota?

baca juga : Sabet Prestasi Basket Tingkat Provinsi, SMAN 2 Majalengka Torehkan Sejarah

“Alasan Pengurus Cabang Majalengka mengambil pemain luar kota adalah ingin meningkatkan mental para pemain lokal. Atlet kita kekurangan jam terbang, jarang mengikuti turnamen di luar kota, sehingga jika bertemu lawan dari kabupaten lain, permainannya tidak maksimal.” Ucap Ade Yusup Irawan, salah satu staf pelatih tim basket Majalengka ketika dikonfirmasi oleh tim besoksenin.co.

“Hal ini terbukti, dalam tiga kali ujicoba, mental pemain lokal meningkat jika berdampingan dengan pemain luar kota.” dia menambahkan.

Sejujurnya, sebagai pecinta basket Majalengka, penulis rasa mengambil pemain luar kota merupakan tindakan yang terlalu instan, malah bisa dibilang kemunduran. Beberapa tahun lalu, pemain Majalengka sempat ada yang diambil oleh kota lain. Ini menunjukan bahwa kualitas pemain basket Majalengka patut untuk diperhitungkan, sehingga kota lain tertarik untuk menggunakan jasa pemain Majalengka. Namun, beberapa tahun berselang, dengan berbagai alasan, tahun ini malah Majalengka yang mengambil pemain dari luar kota.

Beberapa tahun lalu, pemain Majalengka sempat ada yang diambil oleh kota lain.  Ini menunjukan bahwa kualitas pemain basket Majalengka patut untuk diperhitungkan., sehingga kota lain tertarik untuk menggunakan jasa pemain Majalengka.

Menanggapi hal tersebut, pemuda yang biasa dipanggil coach ucok ini memberi penjelasan.

“Saya dan team manajemen mengakui bahwa mengambil pemain luar kota untuk bermain di tim Majalengka adalah cara yang instan. Kami memiliki sudut pandang, andai tim basket Majalengka lolos PORDA, itu akan meningkatkan percaya diri pemain Majalengka masa depan. Sehingga mereka memiliki motivasi berlatih yang tinggi”.

Penulis berharap, hal seperti ini cukup satu kali. Ketakutan terbesar penulis adalah, ketika prestasi basket Majalengka terangkat oleh pemain dari luar kota, pengurus menjadi ketagihan untuk terus menggunakan pemain luar, sehingga pemain lokal dilupakan.

Ketakutan terbesar penulis adalah, ketika prestasi basket Majalengka terangkat oleh pemain dari luar kota, pengurus menjadi ketagihan untuk terus menggunakan pemain luar, sehingga pemain lokal dilupakan.

 

Riza D. Januar

Cowok yang berwajah susah | Susah dilupain

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan