Mengenal Kujang, Benda Tradisional Suku Sunda yang Harus Kita Jaga

besoksenin.co – Sampurasun untuk kita semua semoga di bulan Ramadan ini kita semakin menemukan kembali kedamaian dihati mantan, Aamiin Yaa Robbal Aalamiin.┬áSobat bsco tahu senjata tradisional masyarakat sunda bernama kujang? Kalau yang belum tahu, simak artikel ini yaa. Lumayan sambal ngabuburit dapat jodoh ilmu.

kujang via devianart

Kujang merupakan perkakas yang merefleksikan ketajaman dan daya kritis dalam kehidupan juga melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi Hak dan Kebenaran. Kujang Menjadi ciri khas, baik sebagai senjata, alat pertanian, perlambang, hiasan, ataupun cindera mata.

Menurut Sanghyang siksakanda ng karesian pupuh XVII, Kujang adalah senjata kaum petani dan memiliki akar pada budaya pertanian masyarakat Sunda. Karena sejak zaman dahulu masyarakat Sunda maupun semua suku di Nusantara sudah mempunyai kebudayaan bertani dan bercocok tanam yang mutakhir tanpa merusak alam itu sendiri dengan teknologi yang berdampingan dengan mantan alam.

Keterikatan berbagai kebudayaan suku di Nusantara dengan alam bisa dilihat dari mitologi yang direfleksikan pada masa itu, termasuk di masyarakat Suku Sunda sendiri lahir kepercayaan terhadap Nyai Pohaci Sanghyang Asri / Dewi Sri sebagai Dewi pertanian, Dewi padi dan Dewi alam. Omat bukan Dewi Persik.

Kembali lagi ke kujang, Sob.

Kujang dikenal sebagai benda tradisional masyarakat Jawa Barat (Sunda) yang memiliki nilai sakral serta mempunyai kekuatan magis. Beberapa peneliti menyatakan bahwa istilah “Kujang” berasal dari kata kudihyang (kudi dan Hyang. Kujang (juga) berasal dari kata Ujang, yang berarti manusa. Manusia yang sakti (sakti dalam arti luas) sebagaimana Siliwangi: Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Seungitan, sanes silih jongklokeun baraya, omat.

Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh, Silih Seungitan, sanes silih jongklokeun baraya, omat.

Secara umum, Kujang mempunyai pengertian sebagai pusaka yang mempunyai kekuatan tertentu yang berasal dari para dewa (Hyang), dan sebagai sebuah senjata, sejak dahulu hingga saat ini Kujang menempati satu posisi yang sangat khusus di kalangan masyarakat Jawa Barat (Sunda). Sebagai lambang atau simbol dengan nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya, Kujang dipakai sebagai salah satu estetika dalam beberapa lambang organisasi serta pemerintahan. Disamping itu, Kujang pun dipakai pula sebagai sebuah nama dari berbagai organisasi, kesatuan dan tentunya dipakai pula oleh Pemda Provinsi Jawa Barat.

tugu kujang d bogor via hellobogor

Pada masa lalu Kujang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Sunda karena fungsinya sebagai peralatan pertanian. Pernyataan ini tertera dalam naskah kuno Sanghyang Siksa Kanda Ng Karesian (1518 M) maupun tradisi lisan yang berkembang di beberapa daerah di antaranya di daerah Rancah, Ciamis. Bukti yang memperkuat pernyataan bahwa kujang sebagai peralatan berladang masih dapat kita saksikan hingga saat ini pada masyarakat Baduy, Banten dan Pancer Pangawinan di Sukabumi.

Semoga di zaman modern ini kita masih mempunyai jatidiri sebagai Suku Sunda yang hidup di Indonesia, yang kaya akan keanekaragaman budaya bukan keseragaman.

Semoga kita tetap mempertahankan kebudayaan bertani, bercocok tanam dan menjaga alam itu sendiri dengan meminimalisir kerusakan alam sebagai dampak dari pembangunan dijaman sekarang ini yang sedang gencar-gencarnya. Pokoknya panjang umur jatidiri Siliwangi, Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh.

Sampurasun, Mugia Rahayu Sagung Dumadi. (Rafli)

 

Tulisan ini merupakan kiriman dari pembaca. Mau tulisan kamu dimuat juga? silakan kirim ke email redaksi@besoksenin.co.

 

 

Tinggalkan Komentar