Kategori
besokkemana

Museum Talagamanggung, Mencintai Sejarah bukan Berarti Gak Bisa Move dari Masa Lalu

Sejarah adalah bagian dari masa lalu. Tapi banyak orang yang justru gak suka sejarah, karena enggan mengorek luka lama dan kepengen move on *eh. Padahal apa yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan saat ini, tidak lepas dari apa yang kita dapatkan dari pengalaman di masa lalu. Bukankah ketika kita gagal, kita akan belajar agar tidak terjatuh pada lubang yang sama?

Masa lalu tak selamanya menyakitkan, justru memberikan kita banyak pelajaran, via travel.dwimedia.web.id

 

Besoksenin.co – Sejarah adalah bagian dari masa lalu. Tapi banyak orang yang justru gak suka sejarah, karena enggan mengorek luka lama dan kepengen move on *eh. Padahal apa yang kita pikirkan, rasakan, dan lakukan saat ini, tidak lepas dari apa yang kita dapatkan dari pengalaman di masa lalu. Bukankah ketika kita gagal, kita akan belajar agar tidak terjatuh pada lubang yang sama? Bukankah ketika kita tidak tahu sesuatu, kita akan bertanya pada mereka yang sudah lebih berpengalaman? Pengalaman itu adanya di mana sih? Ya di masa lalu. Biasanya orang yang sudah berpengalaman adalah mereka yang ‘dituakan’, dan kita akan banyak belajar kepadanya, meminta saran atau masukan.

 

Kita yang sekarang, adalah akibat dari kita di masa lalu, via sunantalagamanggung.wordpress.com

 

Museum Talagamanggung terletak di Kecamatan Talaga, yaitu di bagian selatan Kota Majalengka. Lokasinya tidak akan sulit untuk ditemukan, karena berada di pinggir jalan, tepatnya bersebrangan dengan pasar Talaga. Banyak peninggalan sejarah Kerajaan Talagamanggung sejak tahun 1371-1819 M, dan masih tersimpan rapi di sini. Walaupun kini hanya tersisa 11 jenis barang, namun barang-barang tersebut merupakan bukti sejarah sekaligus saksi bisu dari kisah yang pernah ada. Seperti kereta kencana, peralatan perang, dan alat kesenian, menjadi daya tarik tersendiri bagi para peneliti, biasanya mereka dari kalangan pelajar atau mahasiswa.

 

Mencintai sejarah, bukan berarti susah move on dari mantan, via infomajalengka.wordpress.com

 

Museum Talagamanggung awalnya disebut Bumi Alit, berdiri pada tahun 1991. Pada tahun 1993, barulah museum ini mengalami pemugaran. Pengelolanya sendiri adalah Yayasan Talagamanggung yang beranggotakan keturunan dari Prabu Darma Suci II. Banyak barang-barang peninggalan sejarah di sini yang sudah rusak karena termakan usia. Terutama untuk yang berbahan kayu, sudah pasti akan habis dimakan rinyuh.  Sebenarnya masih banyak peer bagi pemerintah dan kita selaku masyarakat Majalengka untuk menyulap kondisi museum ini. Museum Talagamanggung hanya terlihat rame kalau ada acara-acara tertentu, seperti memandikan perkakas yang diadakan setahun sekali. Selebihnya, sepi. Mungkin karena keadaan museum yang belum memenuhi standar. Tapi bukan tidak mungkin juga untuk mengubahnya menjadi lebih cantik dan menarik. Jika bukan kita, siapa lagi?

(Buanariksa)

Tinggalkan Balasan