Oleh-oleh Dari Jerman, Adalah Peluang Sister City Kassel-Majalengka

besoksenin.co – Alasan saya untuk hadir di forum 27an kali ini adalah menagih oleh-oleh dari Jerman, ternyata hal yang ditunggu-tunggu tersebut adalah angan-angan tentang Majalengka yang bakal segera mendunia. Bagaimana caranya? Memangnya apa yang bisa diperbuat oleh Negara bekas Nazi ini untuk kota tercinta? Dengan tajuk Laporan Perjalanan Dinas dari Jerman, forum 27an dibuka oleh Ginggi yang membicarakan bagaimana situasi Kota Kassel saat ini. Untuk membantu kami berimajinasi, tersedia monitor yang menampilkan video visual tentang landscape kota tersebut. Sambil bulak-balik menengok monitor dan Ginggi yang menjelaskan, kami diberikan oleh-oleh berupa angan-angan sebuah kota impian yang akan berusaha diwujudkan di Majalengka.

Diperlihatkan bagaimana suasana perkotaaan di salah satu kota besar di Jerman bagian utara tersebut, yang sebagaimana kota-kota di Eropa lain, langit mereka bersih dari gedung pencakar langit, ada pula sungai, warga Kassel juga nampaknya sangat gemar menaiki sepeda. Kota berpenduduk 200 ribu jiwa ini berpeluang besar menjadi sister city-nya Majalengka di masa mendatang. Jerman sendiri merupakan negara yang memiliki posisi ekonomi dan politik yang sangat penting di eropa, bahkan di dunia.

Kok Bisa? Bagaimana Awalnya?

Di 2022 ini, Documenta menggelar pagelarannya yang ke-15. Merupakan langkah bersejarah, bukan hanya untuk Majalengka, namun untuk negeri ini, sebab sejak pagelaran pertama mereka di tahun 1955, ini adalah kali pertama Documenta mengundang seniman asia sebagai partisipisan. “Dunia ini lebih besar daripada Eropa, sangat penting bagi kami untuk mendengar dunia. Kami membuka diri dan memberikan kepercayaan kami kepada dunia,” jelas Uta Meta Baueur, panitia Documenta, dikutip dari Asumsi.co.

Tajuk utama Documenta di tahun 2022 adalah “Lumbung,” sebuah tema yang merujuk kepada kolonialisme, kapitalisme, keterpencilan dan patriarki. Berbicara soal tema ini, Jatiwangi art Factory dianggap sebagai komunitas seni yang cocok, karena kiprahnya dalam memengaruhi pembangunan di kota ini. Ada 14 komunitas dari seluruh dunia terlibat di even lima tahunan ini, mulai dari Amerika latin, hingga Afrika. Mereka satu frekuensi, karena bekerja bersama warga. JaF sendiri bakal membawakan ide besar New Rural Agenda, melalui, Rural School, Pesantren, dan Jebor Halle. “Kami merespon program PBB; The New Urband Agenda, ketika membuat agenda urban di masa depan, maka agenda baru pedesaan juga penting,” kata Ismal. Menurutnya, dia akan mencoba meminta documenta untuk mengundang PBB dan negara lain untuk membuat konferensi tentang ini.

Majalengka dan Kassel

“Kota mereka ada di tengah, bukan perlintasan atau poros utama, dihimpit berbagai peradaban besar.” Dalam hal ini, Kassel begitu mirip dengan Majalengka,” cerita Ginggi.

Yang menarik, warga Kassel menilai martabat sebuah kota bisa dari seberapa banyak pohon di sana. Dia menunjukan bagaimana keadaan hutan di sana di dalam video, Ismal dan Ginggi juga sempat bercengkerama dengan Kepala Hutan di sana. Suasana dan landscape kotanya terlihat begitu memanjakan, “Mumpung Majalengka sedang berubah, kami akan mengajak Pemerintah Kabupaten Majalengka ke sana, agar mendapatkan penglihatan baru tentang tatanan kota melalui kunjungan ke Kassel nanti,” Keduanya berada di Jerman dalam persiapan menuju even utama pada 2022 nanti, “Kami bertemu calon-calon kolaborator, dan segala persiapan untuk 2022 nanti. Kami juga sempat melakukan ritual “Ngajimatan Taneuh” di sana.”

Pada Perang Dunia II, kota Kassel yang merupakan gudang senjata Nazi, hancur lebur dalam sekejap ketika dibombardir Inggris. Sebelum itu, malah lebih parah, Jerman yang dikuasai partai Buruh Nasionalis-Sosialis, melarang praktek seni karena dianggap beririsan dengan yahudi. Di bawah rezim Nazi, ribuan karya seni dihancurkan, dibakar atau dijual. Pasca perang, Kota Kassel mencoba mengembalikan martabat lewat seni. Sementara Majalengka juga telah mencoba mengubah citra dirinya menggunakan pendekatan komunitas seni, melalui Majalengka Kota Terakota yang diawali oleh ICCB.

“Kita tidak sempat bertemu dengan walikota Kassel, namun kami akan melakukan sambungan video call minggu depan; untuk membicarakan kerjasama Majalengka Kussel,” menurut Ismal, sangat mungkin terjadi hubungan bilateral antar dua kota, seperti sister city.