Potensi Tanaman Pangan di Banjaran Ini, Angkanya Mencengangkan!

besoksenin.co – Hasil tanaman pangan nomor wahid di Desa Banjaran saat ini sedang sakit. Gak beda jauh dengan manusia, kalau sakit, aktivitasnya gak maksimal, apalagi kalau sakitnya karena ditikung oleh teman, bisa-bisa jadi galau seharian *skip*. Begitupun tanaman, jika sakit tidak akan bisa dipanen maksimal, alhasil harga jualnya akan turun, bahkan ada yang tidak bisa dipanen sama sekali.

Hal ini sangat disayangkan oleh Fadliah, salah satu anggota kuliah kerja nyata tematik (KKN-T) Institut Pertanian Bogor. Menurutnya, tanaman ubi jalar yang merupakan hasil tanaman pangan nomor satu di Banjaran ini, seharusnya bisa menjadi sumber penghasilan bagi warga. Bayangin aja sob, sekali panen mencapai 18 ton! Angka yang mencengangkan.

Keadaan tersebut membuat Fadliah Istivani dan tim KKN-T merasa tertantang untuk ‘menyembuhkan’ tanaman ubi yang sedang sakit. Harapannya adalah jika ubi jalar bisa dipanen maksimal akan berdampak pada pendapatan para petani di Banjaran.

Langkah awal mereka adalah mengidentifikasi terlebih dahulu, apa yang menjadi penyebab tanaman ubi bisa ‘sakit. Tentunya dengan ilmu yang mereka miliki selama kuliah. Dengan ketekunan, kerja keras dan kesabaran, mereka mampu menemukan masalah utama yang terjadi pada ubi jalar di Banjaran. Intinya adalah tanaman ubi jalar kekurangan unsur yang dibutuhkan untuk tumbuh, sehingga berpengaruh pada ketahanan tanaman terhadap serangan dari hama.

penyuluhan via fadliah istivani

Selanjutnya, mereka berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan tentang penanggulangan masalah tersebut. Dalam acara yang dihadiri oleh petani ubi jalar Desa banjaran ini, mereka memberi solusi agar para petani menambahkan pupuk yang mengandung unsur hara kalium dan melakukan pencucian lahan (bukan kayak nyuci pakaian pake rinso yaa, tapi ada ilmunya). Selain itu, mereka menyarankan agar memilih lahan yang lebih rendah.

keripik boled khas banjaran via fadliah istivani

Tidak cukup sampai disana, tim KKN-T Institup Pertanian Bogor juga memberi ilmu untuk mengolah tanaman ubi jalar agar menjadi produk yang siap untuk dipasarkan. Salah satunya adalah dibuat keripik, kenapa? Pertimbangannya adalah biaya produksi yang terjangkau dan tidak memakan waktu lama dalam proses produksi. Rencananya, keripik tersebut akan dipasarkan dengan nama “Keripik Boled Khas Desa Banjaran” dan memiliki tiga varian rasa yang berbeda. Yaitu rasa ingin memiliki  original, rasa yang sudah hilang cokelat, dan teman rasa pacar keju pedas manis.

Rencananya, keripik tersebut akan dipasarkan dengan nama “Keripik Boled Khas Desa Banjaran” dan memiliki tiga varian rasa yang berbeda. Yaitu rasa ingin memiliki  original, rasa yang sudah hilang cokelat, dan teman rasa keju pedas manis pacar.

Tidak lupa, mereka juga sharing cara memasarkan keripik, dan cara pembukuan mulai dari pencatatan arus kas, laporan laba serta rugi, dan neraca yang dibutuhkan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Penyuluhan ini dibuat menarik dan interaktif, hasilnya banyak audiens yang tertarik.

Semoga “Keripik Boled Khas Banjaran” bisa berkembang menjadi oleh-oleh khas Majalengka yaa, sob!

 

 

87 komentar untuk “Potensi Tanaman Pangan di Banjaran Ini, Angkanya Mencengangkan!”

  1. seo marketing vancouver

    I?аАТ’аЂа†ll right away grab your rss as I can not to find your e-mail subscription link or e-newsletter service. Do you ave any? Please let me recognise in order that I may subscribe. Thanks.

  2. search engine optimization.

    Normally I do not learn article on blogs, however I wish to say that this write-up very forced me to try and do so! Your writing style has been amazed me. Thank you, very great article.

  3. local seo services vancouver wa

    Your style is really unique in comparison to other people I have read stuff from. I appreciate you for posting when you ave got the opportunity, Guess I will just book mark this web site.

  4. school uniforms store

    Normally I do not learn post on blogs, however I wish to say that this write-up very pressured me to take a look at and do it! Your writing style has been surprised me. Thanks, very great article.

Tinggalkan Komentar