Semoga Kamulah yang Semesta Tujukan Padaku, Sehingga Arahku Tak Perlu Berubah

besoksenin.co – Ada sebuah kalimat menyatakan

Ada yang ditakdirkan hanya kulihat sekali, namun tak terlupakan dan ada yang berkali-kali, namun tak pernah tinggal dalam ingatan”

Kamu via pexels

Barangkali saja  aku memang egois. Memaksa kamu untuk mengingat setiap kejadian yang tidak penting untukmu, namun berarti bagiku. Semacam tidak sengaja berpapasan, tidak sengaja menggunakan pulpen yang sama, tidak sengaja membeli makan di tempat yang sama, tidak sengaja warna kaus kakimu sama dengan baju yang ku kenakan.

Tak sengaja bertemu via pexels

Baca juga: Jatuhnya Hujan Ke Bumi Ternyata Memiliki Makna Yang Berbeda Bagi Aku Dan Kamu. Semoga Kamu Mengerti.

Aku melempar senyumku acapkali bertemu denganmu. Lantas kamu membalasnya, dengan datar tentunya. Bukan kepalang kebahagiaan itu. Membuat aku tersenyum sepanjang hari, membuat hariku seolah dikelilingi oleh bunga-bunga, membuat perutku terisi oleh kupu-kupu yang menggelitik sehingga senyumku tak bisa pudar dari bibirku. Seolah-olah ada magnet yang menarik ujung-ujung bibirku untuk terus melengkungka senyum.

Tersenyum sepanjang hari via pexels

Namun, kalimat itu memang benar. ‘Ada yang ditakdirkan untuk bertemu berkali-kali, namun tak pernah tinggal dalam ingatan’. Seperti itulah aku dalam ingatanmu

Seperti angin yang menyapa hanya sesaat, tak terlihat, tak terasa. Bertemu karena ketidaksengajaan takdir, seperti orang-orang lain yang ditemui di jalan. Tak berbeda dengan matahari yang datang setiap hari, namun tidak terasa adanya kecuali hujan datang menggantikan.

Seperti inilah aku via pexels

Barangkali takdir sedang mengujiku, seperti itulah aku dimatamu. Mana mungkin aku bisa memaksa kamu mengingat segala hal remeh-temeh ini. Mana mungkin kamu akan bahagia saat menggunakan pulpen yang sama, menggunakan warna baju yang sama. Kemungkinan ini hanyalah harapan-harapan yang ku damba.

Takdir mungkin saja benar-benar mengujiku. Apakah aku harus bersabar atau harus membalikkan arah. Yang ku tahu, semesta selalu menuntunku ke arah yang benar. Tempat terbaik dan ternyaman untuk berlabuh. Semoga kamulah yang semesta tujukan padaku, sehingga arahku tak perlu berubah. Aku tak perlu membiasakan senyumanku lagi karena alasan lain.

Kuntum Mutia Umami

Full of dream!- Candu merasa

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan