Surat Cinta untuk Majalengka dari Aku Yang Mencintaimu

dokumentasi pribadi penulis @fitri_kinasih

besoksenin.co –
Teruntuk kamu, Majalengka tercinta.
Aku tak tahu lagi harus dengan kata apa aku menuliskannya, atau dengan kalimat apa aku mengungkapkanya. Ku ucapkan selamat ulang tahun untuk usiamu yang kini menginjak angka 527 tahun. Lebih dari lima abad engkau ada, selama itu pula engkau menjadi saksi bisu jutaan kisah bahkan mungkin telah ada milyaran kenangan yang terlukis di setiap sudut kotamu. Kenangan yang menarik Si doi untuk terjebak dalam nostalgia bersama mantan. Tak hanya itu, engkau juga menjadi saksi sejarah di dalam setiap perubahan yang mengubah wajah Majalengka tempo dulu menjadi Majalengka masa kini.

Selamat ulang tahun untuk usiamu yang kini menginjak angka 527 tahun, Majalengka.

Pesona Majalengka di usia Ke-527 tahun via @nyarinama

Aku yakin, tak akan habis sejuta lagu untuk menceritakan indah alammu. Tak akan habis seribu diksi untuk mempuisikan pesonamu. Akan teramat panjang narasi untuk menceritakan perjalananmu dari waktu ke waktu. Di usiamu yang ke-527 ini aku bermimpi tentangmu di masa yang akan datang. Aku bermimpi tentang Majalengka yang maju, orang-orangnya yang sejahtera, dan juga para jomblo yang bermartabat. Majalengka yang menjadi tujuan bukan pelarian. Majalengka yang dikenal banyak orang hingga tak ada lagi orang yang bertanya “Majalengka sebelah mana? di provinsi apa?” atau mungkin sobat bsco juga pernah merasakan ditanya “Majalengka itu di Bandung yah?” karena saat ini banyak sekali orang yang mengira Majalengka itu Majalaya atau Cicalengka. Aku ingin Majalengka dapat menemukan jati dirinya sendiri sehingga saat orang bertanya tentang Majalengka, tak harus menyebutkan nama kabupaten tetangga.

Aku bermimpi tentang Majalengka yang maju, orang-orangnya yang sejahtera, dan juga para jomblo yang bermartabat.

Di usiamu yang ke-527 ini, ada segenggam asa dan secercah harapan untuk mengubah citra Majalengka yang awalnya hanya “Majalengka digoyang” menjadi Majalengka kota wisata dan penerbangan. Project pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang terletak di Kertajati sudah pasti akan berdampak pada sendi-sendi kehidupan masyarakat Majalengka. Dibalik asa untuk menjadikan Majalengka mengudara dengan adanya bandar udara, terselip satu kekhawatiran dalam benakku, aku takut penduduk asli Majalengka akan terjajah oleh pendatang dan ia hanya dapat menjadi budak di tanahnya sendiri. Aku takut Majalengka yang bebas macet seperti saat ini akan berubah menjadi wajah kota metropolitan dengan tingkat kemacetan yang akut.

Surat cinta untuk Majalengka via pexels

Majalengka, aku selalu bermimpi tentang indah hari tua bersamamu. Membayangkan tentang tentram dan damainya hidupku saat aku bisa menghabiskan waktu denganmu, tanah kelahiranku. Menghabiskan sisa hidupku bersamamu hingga waktu tak lagi berpijak pada dunia. Menghabiskan sisa cintaku hanya untukmu, Majalengka. Hanya kamu dan tak ada yang lain. Sekalipun musim berganti dan dunia membenci, aku akan tetap disini karena aku mencintaimu dan cintaku padamu tak akan pernah lekang oleh waktu.

Sekalipun musim berganti dan dunia membenci, aku akan tetap disini karena aku mencintaimu dan cintaku padamu tak akan pernah lekang oleh waktu.

Majalengka, aku mencintaimu. Dan aku yakin ada ratusan bahkan ribuan orang di luar sana yang juga mecintaimu. Tak hanya mencintaimu tetapi juga mencintai orang-orang yang ada di kotamu karena orang Majalengka itu istimewa.

Salam cinta,
dari aku yang mencintaimu.

10 komentar untuk “Surat Cinta untuk Majalengka dari Aku Yang Mencintaimu”

Tinggalkan Komentar