Surat Terbuka Untuk Ibu, Dari Anakmu yang Sulit Bilang Rindu

besoksenin.co – Bu, membuka surat ini dengan menanyakan kabarmu kurasa terlalu baku. Beberapa menit yang lalu kita baru saja bertukar kabar via pesan singkat di ponsel. Tapi, hari ini, di tengah hiruk pikuknya kesibukanku, terselip rindu padamu yang tak bisa aku ucapkan. Entah dengan alasan malu atau mungkin hubungan kita yang sejak dulu tak sehangat itu. Karenanya surat ini tentang rindu yang sulit terucap, tentang sayang yang tak sempat terkatakan.

Karenanya surat ini tentang rindu yang sulit terucap, tentang sayang yang tak sempat terkatakan.

Surat untuk ibu via pexels

Mungkin saat membuka surat ini, kubayangkan Ibu tengah sibuk berbenah di rumah sambil menunggu Bapak pulang. Atau, tengah sibuk memberi ceramah pada kaka yang bengalnya luar biasa. Bu, ditengah rutinitasmu itu, aku berharap Ibu sempat untuk membaca suratku ini. Pada akhirnya hanya pernyataan ingin pulang yang mewakili perasaan kangen itu.

Mungkin, sempat terbesit di benak Ibu mengapa tak pernah mendengar kata rindu dariku. Atau bahkan sekadar ungkapan sayang setiap tanggal 22 Desember tiba. Entah mengapa ucapan manis itu sungguh berat untuk dikatakan. Pada akhirnya hanya pernyataan ingin pulang yang mewakili perasaan kangen itu. Terkadang sekadar pertanyaan “sehatkah ibu?” juga sudah menjadi kalimat pengganti kata rindu. Berbeda dengan teman dan pacar, dimana kata kangen itu dapat dengan mudah terucap tanpa beban, hubungan kita memang tak sedekat itu. Tapi, percayalah Bu, selalu kurasakan kehangatan itu di sela rasa khawatirmu akan keadaanku.

Berbeda dengan teman dan pacar, dimana kata kangen itu dapat dengan mudah terucap tanpa beban, hubungan kita memang tak sedekat itu. Tapi, percayalah Bu, selalu kurasakan kehangatan itu di sela rasa khawatirmu akan keadaanku.

Mungkin hubungan kita tak sedekat ini, tapi aku selalu merasakan kehangatanmu dalam bentuk lain. Via pesan singkat di ponsel.”

“Jangan lupa sarapan! Sarapan itu penting, Nak.”

Ibu di kampung via pexels

Terkadang aku iri melihat mereka yang dengan lepasnya memeluk ibunya. Tak segan sayang dan dengan romantisnya memberikan bunga di hari Ibu setiap 22 Desember, hubunganku denganmu mungkin tak sehangat itu ya, Bu? Tapi, kehangatan itu menjelma dalam dalam bentuk lain. Kehangatan itu terasa ketika Ibu begitu menghawatirkan kepadaku yang tengah sakit di tanah rantau. Atau bahkan saat bosan Ibu memarahiku yang kerap melewatkan waktu sarapan.

Kehangatan itu terasa ketika Ibu begitu menghawatirkan kepadaku yang tengah sakit di tanah rantau. Atau bahkan saat bosan Ibu memarahiku yang kerap melewatkan waktu sarapan.

Meski rindu tak pernah terucap, tapi aku selalu bingkiskan doa untukmu. Setidaknya, mendoakanmu menjadi agenda wajibku selepas salat. Hanya doa yang mampu kubingkiskan untukmu. Semoga Ibu sehat selalu dan senantiasa dalam lindunganNya.

 

Salam dari tanah rantau.

 

Anakmu yang sulit bilang Rindu.

41 komentar untuk “Surat Terbuka Untuk Ibu, Dari Anakmu yang Sulit Bilang Rindu”

  1. local seo vancouver

    This is really fascinating, You are an overly skilled blogger. Ive joined your rss feed and stay up for looking for more of the good post. Also, Ive shared your website in my social networks!

  2. vancouver seo services

    I simply could not leave your web site before suggesting that I really enjoyed the standard info an individual supply for your visitors? Is gonna be again steadily to inspect new posts

  3. seo marketing vancouver

    Wow! This can be one particular of the most helpful blogs We have ever arrive across on this subject. Basically Wonderful. I am also an expert in this topic so I can understand your effort.

  4. vancouver local seo expert

    This is really interesting, You are a very skilled blogger. I have joined your rss feed and look forward to seeking more of your fantastic post. Also, I ave shared your web site in my social networks!

Tinggalkan Komentar