Tidak Disangka, Batik Karya Orang Majalengka Melanglang Buana Hingga Den Haag Belanda!

besoksenin.co – Satu lagi, karya anak Majalengka berhasil menembus tingkat internasional. Busana karya Ade Karyadi atau sering disapa kang Deka, digunakan oleh salah satu grup band Keroncong asal Bandung yaitu Jei Keroncong. Batik tersebut digunakan saat perform di acara tong tong fair yang bertempat di Den Haag, Belanda, 25 Mei s.d. 5 Juni 2017.

batik karya kang Deka via Ade Karyadi

Keren!

Awalnya, Kang Deka merasa tidak percaya ketika salah satu personil Jei Keroncong menawarkan diri menggunakan batik karyanya  untuk tampil di acara tong tong fair di Den Haag, Belanda. Hal ini diungkapkannya kepada tim besoksenin.co ketika diwawancarai melalui whatsapp,

“Pas mau berangkat, mereka (personil Jei Keroncong) ngontak aku. Katanya mau gak jadi pacar aku di endorse batiknya. Langsung aku iyain aja, ini kesempatan langka yang belum tentu bisa terulang lagi.” Tukasnya.

Langsung aku iyain aja, ini kesempatan langka yang belum tentu bisa terulang lagi.

Batik karya kang Deka di tong tong fair via Ade Karyadi

Buat sobat bsco yang belum tahu, tong tong fair merupakan festival pasar malam bernuansa Indonesia di tengah-tengah negeri Belanda. Acara yang mirip dengan Pekan Raya Jakarta ini diinisiasi oleh orang Belanda yang masih ada sangkut pautnya dengan Indonesia. Ditengah acara, ada namanya tong tong podium yang selalu menarik perhatian mantan pengunjung. Panggung ini menjadi ajang tampilnya berbagai kesenian Indonesia seperti keroncong, tarian daerah, dan masih banyak lagi. Pada kesempatan ini pula, batik hasil karya Kang Deka digunakan oleh Jei Keroncong ketika manggung, sekaligus menjadi pusat perhatian karena motifnya yang unik.

Pada kesempatan ini pula, batik hasil karya Kang Deka digunakan oleh Jei Keroncong ketika manggung, sekaligus menjadi pusat perhatian karena motifnya yang unik.

Kang Deka tidak sendirian, dia mengaku di support oleh banyak pihak. Diantaranya adalah Bapak Budi Abdhinugraha selaku kasie promosi pariwisata Disparbud Majalengka dan ibu ntur batik taruna loji Jatiwangi.

Dalam pembuatannya, Kang Deka memadukan motif Jatiwangi dan konsep Indonesia,

“Motif yang dipakai ialah motif cerobong jebor dan genteng, untuk memunculkan identitas Jatiwangi, sedangkan konsep merah putih dipilih agar lebih kental nuansa Indonesia.” Ucapnya.

Pencapaian ini merupakan bukti bahwa karya anak Indonesia, khususnya Majalengka tidak bisa dipandang sebelah mata. Jangan ragu untuk berkarya, asal bersungguh-sungguh dan siap untuk mengorbankan waktu, pasti karyamu akan dihargai.

Tinggalkan Komentar