Untukmu Calon Imamku, Izinkan Aku Menjadi Guru Samudera untuk Koloni Darah Daging Kita.

Koloni darah daging kita kelak via pexels

besoksenin.co – Untukmu calon imamku yang masih disimpan Allah untukku, kapan kita akan bertemu? Aku disini dengan setianya menunggumu datang mengetuk pintu rumahku untuk meminta restu pada ayahku. Saat nanti kau datang untukku, banyak hal yang ingin ku pertanyakan dan ku ceritakan padamu, salah satunya tentang masa depan anak-anak kita kelak.

Aku takut masa depan anak-anak kita kelak terbawa arus global hingga menjadikannya tak mampu mengendalikan zaman. Aku takut anak-anak kita kelak berada di lingkungan yang salah yang menjadikannya tak peduli dengan pendidikan. Aku takut era digital di abad ke-21 ini menjadi ancaman dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anak kita kelak. Oleh karena itu, izinkan aku menjadi madrasah pertama untuk anak-anak kita kelak.

Membaca buku itu penting, sepenting membaca fikiran doi via @fitri_kinasih

Aku memang tak secerdas Aisyah yang hafal ribuan hadits, namun izinkan aku untuk menjadi wanita berpendidikan yang akan mendidik anak-anak kita kelak. Aku sadar jika kualitas dari seorang wanita tak hanya cantik secara fisik, melainkan juga harus ber-attitude dan berwawasan luas, maka dari itu izinkan aku menempuh pendidikan hingga jenjang tertinggi. Bukan maksudku ingin mengumpulkan gelar yang akan semakin memperpanjang namaku, melainkan aku ingin meng-upgrade dan meng-update diriku melalui pendidikan.

Calon imamku, semoga kau mengizinkan aku menjadi wanita berpendidikan yang kelak akan menjadi guru samudera untuk koloni darah daging kita. Semoga Allah mempertemukan kita di waktu yang tepat, jodoh.

dari Aku,

Wanitamu kelak.
(Fitri Kinasih Husnul Khotimah)

Tulisan ini dipersembahkan khusus dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2017.

 

Fitri Kinasih Husnul Khotimah

Aku adalah sepenggal diksi yang siap kau jadikan puisi.

Artikel yang Direkomendasikan

Tinggalkan Balasan