Untukmu yang Tak Kunjung Menemui Ayahku, Aku Lelah Dalam Penantian Panjang Ini

Besoksenin.co – Kali ini aku ingin mengajakmu kembali untuk menuruni anak tangga yang sudah kita lalui bersama. Masihkah kau ingat? Lima tahun yang lalu, kau datang di kehidupanku, mengajakku menginjakkan tangga demi tangga untuk menuju ke tempat yang indah di atas sana, kau selalu menggenggamku dan berada di sisiku, kau membawa secercah harap demi masa depan yang bahagia. Kau datang dengan cerita berbeda di setiap hembusan napasku, kau pun datang menghadirkan ribuan bunga yang kau tanam di relung hatiku.

Indahnya kebersamaan kita via pinterest

Ah indahnya semua itu. Namun, apakah kini kau masih sanggup menanam bunga di hatiku? Ataukah kau hanya ingin menanaminya tanpa kau sirami? Kau biarkan bunga itu layu, mati tanpa kau siram, tanpa kau sentuh untuk merawatnya. Lantas, apakah kau tahu kini aku terbelenggu oleh perasaan yang tak menentu?

Perasaan yang bertahun-tahun tersimpan rapi, yang selalu aku jaga, kini semuanya berubah menjadi berantakan, berserakan menyatu dengan debu, beterbangan tertiup angin, menjadi liar tak tahu arah.

Untukmu yang selalu mengatasnamakan cinta, pernahkah kau menghitung berapa banyak detik yang kita habiskan bersama untuk tersenyum karena bahagia, tertawa karena tingkah konyol kita, menangis karena saling menumpahkan resah, menuangkan gundah di setiap jengkal jalan hidup kita? Atau bahkan saling acuh menaikkan ego masing-masing?

Untukmu yang ingin bersamaku sampai akhir hayat, tahukah kamu? Menunggu adalah hal yang menguras tenaga, pikiran, waktu, bahkan membuat jiwa raga terkoyak serasa mati dibunuh dengan beribu-ribu sayatan silet. Perih? Sangat terasa, aku menunggu di ujung usiaku yang tak lagi muda, dan hingga detik ini aku masih menunggu untukmu. Akankah kita seperti mereka? Bisakah kita menyusul mereka? Atau mungkin kita akan mundur perlahan menuruni setiap tangga? Atau juga kau diam-diam akan menjatuhkanku ke dasar tangga?

Genggamlah tanganku meskipun perjalanan kita berliku

Perjalanan kita memang terjal, berliku, dan panjang. Sejujurnya aku lelah, ada kalanya aku menangisi ketidakberdayaanku untuk kembali menaiki tangga demi tangga, sempat terpikir untuk berlari kembali ke bawah tangga dan meninggalkanmu, lalu mencari tangga lain untuk kulewati bersama yang lain. Mungkin kau juga sempat berpikir sama seperti itu. Ah enyahlah semuanya, perasaanku semakin tak menentu, desakan orangtua sudah mulai menekan. Mereka mengharapkan semuanya cepat berakhir, tentu saja berakhir di atas tangga yang indah. Namun hingga detik ini, kau tak kunjung menemui Ayahku.

Ayah, tunggulah.. dia akan menemuimu

Lantas, kapan kau akan menemui Ayahku? Dia selalu menantimu, pintu rumahpun terbuka lebar untuk kedatanganmu, datanglah.. temui Ayahku.

Jangan kau siksa aku dengan ketidakpastian, jangan kau uji kesetiaanku, aku ini perempuan, yang ditakdirkan berjiwa lembut dan tak lagi diragukan kesetiaannya.

Untukmu yang tak kunjung menemui Ayahku, aku lelah dalam penantian panjang ini, seandainya waktuku sudah habis di dunia, jangan kau sesali bahkan jangan kau tangisi kepergianku, cukup kau robohkan saja tangga yang sudah kita lewati bersama. Ketahuilah, aku bahagia selama ini.

Editor: Riksa Buanadewi

1 komentar untuk “Untukmu yang Tak Kunjung Menemui Ayahku, Aku Lelah Dalam Penantian Panjang Ini”

Tinggalkan Komentar